Sikapi Kelangkaan BBM, DPRD Mahulu Bakal Panggil Pengelola APMS
Warga di Kecamatan Long Apari mengantre BBM di salah satu APMS setempat beberapa waktu lalu.-istimewa-
“Ini dari tahun kemarin mulai susah minyak, dulu nggak pakai batas, sekarang dibatasi jumlahnya,” ungkap Desi.
Sebelumnya Camat Long Apari, Petrus Ngo mengungkapkan, keresahannya terkait sulitnya mendapatkan kuota BBM di wilayah perbatasan.
BACA JUGA: Masuknya Investasi dari Luar Jadi Ancaman Pelestarian Hutan di Mahulu
BACA JUGA: Sidang Perdana Dayang Donna di PN Samarinda, Diduga Terlibat Suap Perizinan IUP Rp 3,5 Miliar
Menurutnya, kelangkaan BBM di wilayah hulu Mahakam biasanya tergantung kondisi debit air Sungai Mahakam yang semakin surut.
“Sekarang kondisi air di hulu semakin surut. Masyarakat banyak yang mulai susah cari BBM,” ujar Petrus, Rabu, 28 Januari 2026.
Sementara di wilayah Kecamatan Long Pahangai, meskipun ketersediaan BBM masih terpantau normal, namun volume pembelian terjadi pembatasan sesuai ketentuan.
Masyarakat hanya dibolehkan membeli paling banyak 20 liter, dengan persyaratan harus mendapatkan rekomendasi dari pemerintah kampung.
BACA JUGA: Mulai Kamis Siang, Akses Jembatan Mahulu Dibatasi untuk Kendaraan Besar, Ini Rute Alternatifnya
BACA JUGA: BBPJN Kaltim Tangani 64 KM Jalan Nasional di Kubar dengan Skema Multiyears
“Kalau berdasarkan pemantauan terakhir pada Jumat lalu, pasokan BBM ke wilayah kami belum mengalami gangguan signifikan. Harga di APMS tetap Rp10 ribu per liter, namun di tingkat pengecer dijual dengan kisaran Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per liter,” ungkap Camat Long Pahangai, Thomas Ding.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

