Kaltara Siap Jadi Lumbung Energi untuk Pembangunan IKN
Datu Iqro Ramadhan (Heri Muliadi/DiswayKaltara) Bulungan, DiswayKaltim.com - Dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur dijadikan sebagai Ibu Kota Negara (IKN) oleh Presiden RI Joko Widodo. Provinsi Kalimantan Utara, siap mendukung pembangunan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kaltara, Datu Iqro Ramadhan menyebut, Provinsi Kaltara siap menjadi lumbung energi. “Saat pembahasan RPJPN oleh Gubernur Kaltara, dia menyampaikan bahwa Kaltara akan dijadikan lumbung energi untuk IKN ini, yakni dengan pembangunan PLTA di Kaltara,” ungkap Datu kepada Diswaykaltara, Jumat (30/8). Ada tiga titik pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kaltara, yakni Sungai Kayan, Sungai Sembakung dan Sungai Malinau. Pasalnya, dalam pembangunan IKN baru di Kaltim akan membutuhkan banyak listrik, sebagai salah satu bentuk dukungan Kaltara maka siap menyuplai listrik. “Kami adalah provinsi terdekat, kami akan back up kebutuhan listrik tersebut ke IKN,” bebernya. Tak hanya sebagai lumbung energi, Provinsi Kaltara juga akan mengembangkan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur. “KIPI ini menjadi program prioritas Pemprov Kaltara dan telah masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN),” jelasnya. Selain itu, jika Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie telah mengusulkan agar ada Undang-Undang (UU) terbatas untuk membentuk Tanjung Selor menjadi Kota, bukan lagi berbentuk kecamatan. “Jadi saat RPJMN Gubernur telah mengusulkan agar Kota Tanjung Selor dibuatkan aturan secara khusus. Karena saat ini masih berupa kecamatan, padahal sudah ibu kota provinsi,” ucapnya. “Kami berharap kedepannya agar infrastruktur jalan dapat dilanjutkan, yakni dari Kaltara ke Kaltim,” sambungnya. Timbal baliknya, untuk pembangunan infrastruktur itu maka dari dari usulan itu tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menindaklanjuti dengan meminta data kepada Pemprov Kaltara untuk pembangunan rel kereta api (KA). Diharapkan pembangunan KA itu dapat terealisasi. “Pembangunan rel KA itu rencananya akan menjadi jalur konektivitas se-Kalimantan,” tutupnya. (*/ady/app)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
