November 2026 Bertabur Fenomena Langit, Catat Jadwal Supermoon hingga Hujan Meteor
Fenomena bulan super (Supermoon) yang berhasil diabadikan tanggal 5 Mei 2012 dari sebuah titik pengamatan di Nipomo, California. -(Ist./ Shawn Vasquez)-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Langit November 2026 akan dihiasi beragam fenomena astronomi menarik. Mulai dari konjungsi sejumlah planet, parade planet, tiga hujan meteor, hingga kemunculan supermoon atau Bulan Purnama yang tampak lebih besar dan terang.
Sejumlah peristiwa tersebut bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati pemandangan langit malam maupun menjelang Matahari terbit.
Beberapa fenomena dapat diamati dengan mata telanjang, sementara lainnya membutuhkan bantuan teleskop atau teropong binokular.
Mengutip National Geographic, berikut jadwal fenomena langit yang diperkirakan terjadi sepanjang November 2026.
BACA JUGA: Xiaomi Pamer Tangan Robotik Bionik, Punya 1.500 Sensor Sentuh
Rangkaian fenomena dibuka dengan konjungsi Bulan, Mars, dan Jupiter pada 2-3 November. Ketiganya akan tampak berdekatan di langit timur sekitar tengah malam. Pada 2 November, jarak sudut antara ketiga objek tersebut diperkirakan hanya sekitar enam derajat.
Berikutnya, hujan meteor Taurid Selatan mencapai puncak pada malam 4-5 November. Intensitasnya relatif rendah, sekitar lima meteor per jam dalam kondisi langit gelap.
Meski begitu, hujan meteor ini dikenal dengan kemunculan bola api atau fireball yang terlihat terang.
Pada 9 November, fase Bulan Baru menjadi waktu yang baik untuk mengamati objek langit jauh atau deep-sky object. Tanpa cahaya Bulan yang mengganggu, Galaksi Andromeda dan Nebula Orion berpeluang terlihat lebih jelas.
BACA JUGA: ATSI Berencana Matikan Jaringan 2G, 29 Juta Pengguna Berpotensi Terdampak

Hujan meteor Leonid tahun 1999 yang terlihat dari ketinggian 38.000 kaki melalui misi Leonid Multi-Instrument Aircraft Campaign (Leonid MAC) dengan menggunakan kamera 50 mm.-(Ist./ NASA))-
Hujan meteor Taurid Utara kemudian mencapai puncak pada malam 11-12 November. Seperti saudaranya di selatan, fenomena ini menghasilkan sekitar lima meteor per jam dan berpotensi menampilkan bola api yang mencolok. Pengamatan disarankan setelah tengah malam.
Memasuki 14-16 November, pengamat dapat menyaksikan parade planet menjelang Matahari terbit. Mars dan Jupiter akan terlihat berdekatan di langit selatan, dengan jarak sudut sekitar satu derajat.
Merkurius dan Venus juga akan muncul di atas ufuk tenggara, sedangkan Uranus membutuhkan bantuan alat optik untuk diamati.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
