Bankaltimtara

Xiaomi Pamer Tangan Robotik Bionik, Punya 1.500 Sensor Sentuh

Xiaomi Pamer Tangan Robotik Bionik, Punya 1.500 Sensor Sentuh

Xiaomi Pamer Tangan Robotik Bionik Punya 1.500 Sensor Sentuh.-istimewa-

Keunggulan lainnya terletak pada sistem sensor sentuh. Sebanyak 1.500 sensor beresolusi tinggi ditempatkan di seluruh permukaan tangan untuk memberikan umpan balik sentuhan secara terperinci.

Resolusi spasial sensor mencapai 1 milimeter pada bagian persendian jari, bantalan jari, dan pangkal jari. Sementara itu, bagian telapak tangan memiliki resolusi sensor sebesar 2 milimeter.

Kepadatan sensor tersebut memungkinkan tangan robotik mengenali karakteristik benda melalui sentuhan.

Teknologi ini juga mendukung pengumpulan data yang meniru cara tangan manusia merasakan objek, sehingga proses menggenggam dapat dianalisis dan disimulasikan secara lebih akurat.

Untuk menguji kemampuan perangkat, Xiaomi turut mengembangkan aset digital berdasarkan peralatan dan komponen yang benar-benar digunakan di lingkungan pabrik.

BACA JUGA:ASUS Kenalkan ExpertBook Ultra, Bawa Inovasi Laptop Bisnis ke Kalimantan

Aset tersebut dimanfaatkan untuk menjalankan simulasi genggaman dari berbagai sudut. Pengujian ini bertujuan mengukur ketangkasan sekaligus keandalan tangan robotik ketika menangani beragam objek industri.

Selain mengejar tingkat presisi, Xiaomi mempertahankan desain modular agar perangkat lebih mudah dirawat dan dikembangkan.

Pendekatan ini merupakan kelanjutan dari eksplorasi teknologi sarung tangan sensor sentuh yang sebelumnya telah dilakukan perusahaan.

Melalui desain tersebut, komponen sensor dapat diganti sesuai kebutuhan. Sistem modular juga memungkinkan peningkatan teknologi secara berkelanjutan serta mendukung analisis data sentuhan berdasarkan anatomi tangan manusia.

BACA JUGA:Otoritas Perlindungan Data Pribadi Korea Selatan Denda TikTok Rp126,5 Miliar

Pengembangan tangan robotik bionik ini menjadi bagian dari upaya Xiaomi mengeksplorasi integrasi teknologi manipulasi robot ke dalam sistem manufaktur yang lebih fleksibel.

Meski demikian, Xiaomi belum mengungkapkan jadwal penerapan teknologi tersebut di fasilitas produksinya.

Informasi mengenai ketersediaan perangkat untuk penggunaan komersial juga belum diumumkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: