Pengamat Ekonomi Unair: Pabrik Soda Ash Bontang Bikin Arus Logistik Nasional Merata
Prosesi pembangunan pabrik soda ash di Bontang.-Michael/Disway Kaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Soda Ash selama ini dinilai menjadi salah satu komponen paling boros devisa negara. Karena diimpor rutin dengan jumlah besar. Impor soda ash dalam setahun mencapai 1 juta ton.
Rossanto Dwi Handoyo, pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga mengatakan, kebutuhan soda ash memang cukup besar.
Untuk kebutuhan farmasi sampai pada perlengkapan rumah tangga. Seperti deterjen dan produk sabun lainnya.
BACA JUGA:Triwulan III 2025, Realisasi Investasi di Bontang Mencapai Rp821,53 Miliar
Sehingga, ia menilai, pembangunan pabrik soda ash di Bontang akan membantu menghemat visa negara.
Karena, pabrik itu merupakan pabrik pertama di Tanah Air yang memproduksi sendiri soda ash. Dan akhirnya, akan mengurangi ketergantungan Indonesia dengan negara lain.
BACA JUGA:BKS Siapkan Diversifikasi Bisnis, Hadapi Tekanan Global terhadap Batubara
“Ini kan bisa mengurangi ketergantungan impor. Soda ash ini adalah produk turunan dari amonia yang selama ini dibuat oleh PT Pupuk Kalimantan Timur. Amonia kita ekspor. Lalu, setelah jadi soda ash, kita kembali impor produk itu,” katanya saat dihubungi Nomorsatukaltim, Senin 3 November 2025.
Di sisi lain, ia menerangkan, ekonomi daerah akan tumbuh dengan adanya pabrik tersebut. Pabrik itu akan menyerap banyak tenaga kerja.
Saat ini untuk pembangunan, dibutuhkan sekitar 800 tenaga kerja. Belum lagi nanti ketika selesai di Maret 2028. Pasti akan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
“Ekonomi pasti akan naik,” ucapnya.
Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kalimantan juga akan terus meningkat. Karena otomatis, peningkatan kualitas SDM-nya akan terus dilakukan.
Tidak hanya dari segi pendidikan, tetapi skill mereka dalam membuat berbagai terobosan.
“Produk kimia ini membutuhkan SDM yang memang berkualitas tinggi. Saya melihat ini bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kualitas SDM di luar pulau Jawa."
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
