Manisnya Bisnis Madu di Balikpapan
Amiruddin, peternak lebah madu asal Balikpapan, berhasil mengembangkan usaha setelah memanfaatkan digitalisasi.-Amiruddin-nomorsatukaltim.disway.id
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM — Budidaya lebah madu kini berkembang pesat di Balikpapan. Ada tiga kawasan yang potensial, yakni Teritip Kecamatan Balikpapan Timur, Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara dan Margo Mulyo Kecamatan Balikpapan Barat.
Di Teritip, ada usaha Istana Madu yang dikembangkan pasangan suami istri, Amiruddin - Elaine Adelaide Langelo. Mereka memproduksi madu dari berbagai jenis lebah.
“Saya mulai mencoba usaha ini tahun 2019,” kata Amiruddin yang kini memiliki sekitar 70 koloni. Bapak dua anak ini menekuni usaha produksi madu setelah sebelumnya hanya menjadi reseller produk serupa.
Bisnis Amiruddin mulai berkembang ketika Covid-19 merebak. “Banyak yang cari madu untuk meningkatkan stamina,” cerita Amir, Rabu, 9 Juli 2025.
Dengan keuntungan sebagai reseller dan pengalamannya menangani lebah, ia kemudian mendatangkan bibit dari Sumatera dan Jawa. Hasilnya, ia kini bisa memproduksi madu 250 kilogram per panen dengan omzet hampir 50 juta sekali panen.
BACA JUGA: Produksi Madu Kelulut di Desa Teluk Dalam Sudah 200 Botol Per Bulan
“Sekarang kami bisa panen rata-rata sebulan sekali,” imbuh Elaine, sang istri. Dengan permintaan madu yang terus meningkat, Istana Madu berencana menambah apiari atau kebun lebahnya ke wilayah Karang Joang, Balikpapan Utara.
"Kami butuh lokasi yang menyediakan nektar (pakan lebah) yang cukup,” imbuhnya. Dengan sepuluh orang yang bekerja di Istana Madu, Amiruddin mau tak mau berupaya memperluas pemasaran produknya.
Amiruddin menyerahkan pemasaran madu produksinya pada istri, sementara ia sendiri fokus meningkatkan kualitas madu, dan memperbesar produksi.
“Kalau untuk urusan harga dan pengemasan itu lebih ke saya,” Elaine menimpali suaminya. Beberapa kali, wanita yang biasa disapa Bu Ines itu juga mengoreksi harga jual madu yang diungkap suami.
“Kalau botol yang 350 gram, kami menjualnya Rp100 ribu,” jelas Elaine. Namun ia menerapkan harga yang lebih rendah kepada reseller maupun pengecer dan mitra penjual.
BACA JUGA: Manfaatkan Hutan Desa, Warga Semuntai Budidaya Madu Kelulut
Istana Madu menjual produknya mulai Rp 50 ribu untuk kemasan 150 gram, hingga Rp370 ribu untuk kemasan 1400 gram.
Wisata Ternak Madu
Di Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, masyarakat membentuk kelompok usaha yang disokong kelurahan.
Lurah Margo Mulyo, Aji Syarifah Nur Alifah, menyebut potensi usaha madu di wilayahnya cukup berkembang. “Peternakan lebahnya ada di RT 20, dan produksinya sudah cukup besar, bisa mencapai lebih dari 50 liter madu per bulan,” kata Aji Syarifah.
Kelurahan ini mengandalkan tanggungjawab sosial perusahaan untuk mengembangkan keterampilan peternak, menyediakan administrasi legal, hingga bibit tanaman bunga tabebuya yang menjadi sumber pakan lebah.
“Ke depan kami ingin mengembangkan tujuan wisata wisata edukasi sekaligus pengunjung bisa berbelanja berbagai produk dari peterbak lebah,” kata Syarifah, baru-baru ini.
BACA JUGA: Melihat Potensi Madu Kelulut di Bengalon, Joni; Bisa Mendongkrak Ekonomi Warga
Dalam skala RT, 50 liter madu per bulan atau sekitar 60 kg bisa menghasilkan omzet hingga 12 juta per bulan dengan asumsi harga 200 ribu per kg.
Dukungan Pembiayaan
Upaya mengembangkan Istana Madu terus berupaya dilakukan Amiruddin dan istri. Saat ini, Istana Madu menambah jenis produk dari lebah Apis mellifera yang dikenal dengan lebah produktivitas tinggi.
“Balikpapan juga cocok untuk peternakan Apis cerana dan Kelulut (Trigona spp.) dimana pakannya sudah banyak tersedia, seperti akasia,tabebuia, maupun tumbuhan yang banyak tersedia di Gunung Binjai,” kata dia.
Ia juga melakukan diversifikasi melalui penjualan sarang lebah atau propolis, royal jelly, demi meningkatkan nilai tambah dan mitigasi risiko produksi.
Namun diakui Amiruddin, untuk menjangkau pasar yang lebih luas, perlu kemasan menarik, serta pengetahuan soal pemasaran daring atau online. Dua hal itu butuh dukungan keterampilan dan biaya.
“Ya alhamdulillah istri saya yang suka ikut-ikut pelatihan,” imbuhnya. Elaine menambahkan pelatihan digital marketing yang ia ikuti sangat membantu memasarkan produk secara online.
“Pelatihan pemasaran dari CIMB Niaga itu sangat membantu kami, apalagi mereka juga support pembiayaan hingga transaksi sistem pembayaran,” kata Elaine lagi.
BACA JUGA: Desa Tanjung Batu Kembangkan Potensi Madu Kelulut
Dikonfirmasi terpisah, Branch Area Head Kalimantan Region Area VII CIMB Niaga, Heny Susetyorini mengatakan, pihaknya telah memberikan pelatihan intensif dan memberikan akses pembiayaan tanpa bunga melalui program #JadiBerkelanjutan.
“Jadi ada 50 pelaku usaha yang tidak hanya diberikan berikan pelatihan, dan akses pembiayaan tanpa bunga, tetapi juga pendampingan lanjutan agar usahanya semakin berkembang,” kata Heny, baru-baru ini.
Sejak digelar tahun 2022, program ini telah menjangkau lebih dari 690 UMKM di Balikpapan, Mamminasata, Toraja, Kupang, Manado, dan Samarinda. Dari jumlah itu, 150 UMKM telah memperoleh pembiayaan tanpa bunga untuk memperluas usahanya.
“Saat ini kami sudah berani memasarkan di platform marketplace dengan kemasan yang lebih baik, serta menjangkau lebih banyak pembeli,” pungkas Ines. Eh Elaine. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
