IKPPNI Dorong Riset dan Pendidikan Pelaut Indonesia
Capt (C) Dwiyono S--
3. Aspek Sosial, yakni ketimpangan keterampilan dan ekonomi yang semakin melebar.
4. Aspek Teknologi, yakni isu keamanan siber dan kebutuhan akan transparansi digital; meningkatnya penggunaan kapal pintar; fokus pada pengembangan kapal tanpa awak.
Kecenderungan-kecenderungan ini menurutnya harus direspons melalui langkah strategis yang terukur dan berkelanjutan dari sisi kebijakan, regulasi, hingga kurikulum pendidikan.
Adapun rekomendasi strategis IKPPNI kepada BRIN, Capt. Dwiyono memberikan tujuh poin masukan yang direkomendasikan kepada BRIN dan pemerintah:
1. Penyusunan Marine Strategic Foresight Technology Road Map, untuk pemetaan teknologi otomasi maritim.
2. Identifikasi teknologi utama untuk menetapkan materi ajar pelaut niaga.
3. Penyusunan standar materi ajar sebagai dasar uji kompetensi.
4. Penyelenggaraan lokakarya dan seminar untuk validasi dari praktisi.
5. Keterlibatan aktif dan independen tenaga ahli maritim dalam uji kompetensi.
6. Tinjauan menyeluruh atas Marine Technology Road Map dalam tiga skala waktu: pendek (4 tahun), menengah (3 tahun), dan panjang (5 tahun).
7. Penempatan pejabat dengan kompetensi linier dalam sistem pendidikan kepelautan.
Pihaknya berharap 7 poin diatas dapat menjadi bahan rujukan utama BRIN dalam menyusun kebijakan riset dan pengembangan pendidikan pelaut ke depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

