IKPPNI Dorong Riset dan Pendidikan Pelaut Indonesia
Capt (C) Dwiyono S--
BACA JUGA: Dispora Kaltim Ikuti Instruksi Gubernur, GOR Sempaja Buka 24 Jam
•Tingkat 3: Kapal dikendalikan sepenuhnya dari jarak jauh tanpa pelaut di atas kapal. Semua fungsi kapal dijalankan secara otonom dengan pengawasan dari pusat kendali darat;
•Tingkat 4: Kapal otonom sepenuhnya. Sistem kapal memiliki kapabilitas mengambil keputusan dan menjalankan tindakan secara independen, tanpa keterlibatan manusia.
Capt. Dwiyono juga menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia diharapkan dapat menyusun kebijakan yang adaptif dan tanggap dalam menghadapi tantangan ini. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya penyelarasan kebijakan pendidikan pelaut dengan perkembangan MASS.
“Jika pendekatan strategic foresight ini juga diimplementasikan di Indonesia, maka negara akan terbantu dalam mengidentifikasi peluang dan tantangan baru untuk disusun dalam rencana strategis,” ujar Capt. Dwiyono.
BACA JUGA: Nelayan di Desa Pondong Dikabarkan Hilang saat Pulang dari Tambak
Disamping itu, Capt. Dwiyono menjelaskan bahwa pembahasan mengenai MASS telah dilakukan secara global dalam forum IMO, yang salah satunya menghasilkan dokumen MSC.1/Circ.1638 pada 3 Juni 2021 lalu.
Sementara itu, International Transport Workers’ Federation (ITF) juga telah membiayai riset ilmiah melalui World Maritime University (WMU), dengan laporan berjudul "Transport 2040: Impact of Technology on Seafarers – The Future of Work."
Penelitian tersebut, kata Capt. Dwiyono menggunakan metode Skill Technology Foresight (STF) yang dikembangkan oleh International Labour Organization (ILO) dan SKOLKOVO (Rusia).
“Metodologi ini membantu dalam memetakan tren serta menilai dampak perkembangan teknologi terhadap kompetensi pelaut,” jelasnya.
BACA JUGA: Dinsos Kaltim Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia dan Balita di Kubar
Capt. Dwiyono menyebutkan bahwa Indonesia tidak perlu memulai dari nol. Laporan yang sudah tersedia dapat dijadikan dasar dan disesuaikan dengan karakteristik geografis Indonesia sebagai negara maritim.
Adapun dalam paparannya tersebut, Capt. Dwiyono menyampaikan beberapa kecenderungan utama yang memengaruhi tuntutan terhadap mutu SDM pelaut niaga di masa mendatang, yang dikategorikan ke dalam empat aspek:
1. Aspek Ekonomi, yakni meningkatnya digitalisasi dan transaksi e-commerce; perkembangan ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan baru; munculnya model bisnis berbasis teknologi; ekspansi ekonomi hijau yang mendorong efisiensi dan keberlanjutan.
2. Aspek Politis, yakni ketidakpastian geopolitik yang tinggi; regulasi dan tata kelola teknologi yang semakin dominan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

