77 Persen Jalan di Paser Rusak, Bupati Perlu Turun Tangan
Paser, nomorsatukaltim.com – Banyak hal harus dibenahi Bupati Paser Fahmi Fadli dan Wabup Syarifah Masitah Assegaf. Diantaranya mengenai infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, serta pengembangan SDM.
Masalah fasilitas umum (Fasum) saja seperti jalan memerlukan pemeliharaan maupun perbaikan. Diketahui, pada 2020 lalu total keseluruhan panjang jalan di Paser mencapai 1005,20 kilometer. Namun kondisi jalan laik tak memuaskan hanya menembus angka 23 persen. Dengan rincian kategori baik 20,61 persen dan sedang sebesar 2,87 persen. "Sedangkan 77 persen sisanya masih kondisi rusak ringan (37, 69 persen) dan rusak berat (38, 83 persen)," kata Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi. Memang, masalah kualitas fasum di Paser perlu menjadi perhatian. Bahkan keresahan warga kerap dituangkan laman media sosial. Terlebih kondisi jalan masih banyak berupa tanah merah, berlubang maupun sebagian ruasnya rusak. Sehingga sulit diakses kendaraan. Apalagi usai diguyur hujan. "Hal itu sangat memprihatinkan. Karena kondisi jalan ini sangat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan," sebut Politisi PKB itu. Keterbatasan anggaran menjadi kendala Pemkab. Sehingga perbaikan atau sekadar pemeliharaan dilakukan secara bertahap. "Dengan keterbatasan kemampuan keuangan yang dimiliki, perlu memikirkan sumber-sumber pembiayaan lainnya. Guna menuntaskan persoalan pembiayaan untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan," terangnya. Begitu pun dengan pertumbuhan ekonomi 2020 lalu. Wakil rakyat ikut menyorot. Dimana minus 2,77 persen. Mengingat 2019 saja sebesar 3,97 persen. Diterangkan Hendra, terjadinya kontraksi pertumbuhan ekonomi, disebabkan oleh menurunnya aktifitas ekonomi imbas dari pandemi COVID-19. "Ini diperlukan mengambil langkah strategis untuk memaksimalkan sektor-sektor ekonomi lokal (non tambang). Seperti pertanian dalam arti luas, pengolahan dan perdagangan, agar tak terlalu tergantung dengan sektor pertambangan maupun penggalian,” imbuh dia. Sedangkan persentase angka penduduk miskin pada 2020 mengalami peningkatan menjadi 9,23 persen dari 2019 lalu yang hanya 8,95 persen. Bisa dikatakan, kesejahteraan sebagian penduduk masih relatif rendah. Untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami penurunan, menjadi 72,04 persen, karen 2019 sebesar 72,29 persen. Terlepas dari itu, Pemkab berhasil menekan angka pengangguran. Mengalami penurunan menjadi 4,52 persen, dibandingkan 2019 mencapai 4,55 persen. "Walaupun pengangguran mengalami penurunan. Namun kedepan tetap harus mengambil langkah-langkah strategis melalui program yang mampu menstimulus terbukanya lapangan kerja baru," tandasnya. Sebagai catatan, terhambatnya peningkatan kualitas jalan, selain APBD Kabupaten Paser tak akan pernah cukup untuk bisa memenuhi segala kebutuhan masyarakat Paser. Juga status jalan pun berbeda-beda. Yakni ranah kabupaten, provinsi dan jalan negara. Bahkan Jalan Gajah Mada di depan kantor DPRD, sebelumnya status jalan provinsi, kini menjadi jalan kabupaten. Begitu pun ada yang non status, yakni Jalan Desa Kerang Kecamatan Batu Engau – Desa Tanjung Aru Kecamatan Tanjung Harapan. (asa/boy)Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
