Bankaltimtara

Lagi dan Lagi, Murid di Bontang Kembali Keracunan MBG

Lagi dan Lagi, Murid di Bontang Kembali Keracunan MBG

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris saat menjenguk pelajar yang diduga keracunan menu MBG.-istimewa-

Namun, ia meminta persoalan tersebut tidak berkembang menjadi penolakan secara luas terhadap program MBG

Pemerintah tetap memberikan ruang bagi orangtua untuk menentukan sikap. Sembari memastikan pengelola dan pemerintah memperbaiki sistem pengawasan.

“Kalau ada orangtua yang masih merasa khawatir, itu bisa dimaklumi." 

"Tetapi kami berharap masyarakat tetap memberikan kepercayaan kepada pengelola dan pemerintah untuk memperbaiki pengawasan,” ucapnya.

Ditegaskannya, tidak ada pihak yang menginginkan makanan yang diberikan melalui program MBG justru menimbulkan masalah bagi penerima manfaat.

BACA JUGA:Transfer DBH dan Bankeu dari Pemprov Kaltim Tersendat, Pemkot Bontang Talangi Pembiayaan Proyek

Karena itu, kejadian tersebut harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki seluruh proses pelayanan.

Sekolah juga diminta tidak hanya menerima makanan secara pasif. 

Pihak sekolah diharapkan ikut memperhatikan kondisi makanan ketika tiba dan segera berkomunikasi dengan SPPG apabila menemukan hal yang tidak sesuai.

“Sekolah juga berkepentingan menjaga makanan yang diterima anak-anak. Kalau ada sesuatu yang ditemukan, harus segera disampaikan sehingga bisa ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Menurutnya, pengawasan juga akan diarahkan agar komunikasi antara SPPG, sekolah, dan pemerintah berlangsung lebih intensif. 

Frekuensi pemantauan bahkan akan dievaluasi sehingga tidak hanya mengandalkan pemeriksaan dalam rentang waktu tertentu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati mengungkapkan, dapur yang menangani sekolah Vidatra adalah SPPG Bontang Selatan Berbas Tengah 03. 

“SPPG-nya berbeda dengan sebelumnya,” ungkapnya.

BACA JUGA:Bea Cukai Bontang Temukan Satu Slop Rokok Ilegal saat Razia

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: