Bankaltimtara

Akses Jalan Terbatas, Dekranasda Mahakam Ulu Hadapi Kendala Pembinaan Pengrajin

Akses Jalan Terbatas, Dekranasda Mahakam Ulu Hadapi Kendala Pembinaan Pengrajin

Peserta Dekranasda Mahulu memerlihatkan hasil kerajingan tangan di stan pameran Dekranas di Balikpanan.-Salsabila/Disway Kaltim-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Mahulu menampilkan sejumlah produk kerajinan khas daerah, dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-45 Dekranas, yang berlangsung di BSCC Dome Balikpapan.

Produk tersebut mencakup ukiran timbul, anyaman rotan, topi, serawung kain, serta anjat atau tas anyaman yang secara lokal disebut lanjung.

Ketua Dekranasda Mahakam Ulu, Yopita Bulan, menjelaskan bahwa setiap kabupaten/kota di kaltim memiliki ukiran serupa, namun motifnya berbeda sesuai ciri khas masing-masing suku.

BACA JUGA:Ketua Dekranasda Kaltim Sambut Hangat HUT ke-45 Dekranas, Angkat Kriya Lokal ke Panggung Dunia

Menurutnya, perbedaan juga terlihat pada bentuk anjat. Di sejumlah daerah lain, bagian belakang tas anyaman dilengkapi dudukan tambahan, sedangkan versi Mahakam Ulu tidak memilikinya.

"Kalau ciri khasnya Mahakam Ulu seperti ini. Kan hampir sama, tapi ini dikategorikan anjat. Sebenarnya kalau di kami disebut lanjung. Kalau di kabupaten lain ada tempat duduknya, kalau kami tidak," kata Yopita Bulan saat ditemui di sela pameran, pada Jumat 11 Juli 2025.

BACA JUGA:HUT Ke-45 Dekranas di Balikpapan, Selvi Gibran Pesan ke Para Perajin Kuasai Pasar Domestik dan Ekspor

Dia menyebut bahwa Mahakam Ulu sebenarnya memiliki berbagai kerajinan lain. Seperti tenun dan sulam, yang belum dapat dipamerkan secara optimal.

Salah satu kendala utama ialah akses transportasi menuju sentra kerajinan yang membutuhkan biaya tinggi.

BACA JUGA:Dekranas Gelar Jamuan HUT ke-45 di IKN, Gubernur Harum: Momen Perkuat Ekonomi Kreatif

"Kalau dari ibu kota kabupaten ke kecamatan paling ujung itu butuh biaya satu juta hanya untuk transport, belum makan dan minum. Itu baru perjalanan ke sana, belum pulang," ucap Yopita kepada Nomorsatukaltim.

Dekranasda Mahakam Ulu saat ini hanya dapat melakukan pembinaan kepada pengrajin di sekitar ibu kota kabupaten.

Yopita menuturkan, di 50 kampung yang ada di Mahakam Ulu terdapat kelompok pengrajin dengan beragam produk, termasuk anyaman manik dan kain batik yang sudah memiliki hak kekayaan intelektual.

Bagi Yopita, masih banyak potensi kerajinan yang belum berkembang optimal karena terbatasnya infrastruktur jalan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: