Tiga Ruangan Pejabat Pemkab Kutim Disegel KPK

Jumat 03-07-2020,13:32 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny

Sangatta, Diswaykaltim.com - Berhembusnya kabar tentang penangkapan orang nomor satu di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) seketika menjadi perbincangan panas. Sejumlah media nasional pun bahkan sudah memberitakan tentang dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Kasus dugaan ini belum dapat dipastikan. Namun dari hasil pantauan Diswaykaltim.com sejumlah ruangan di Kantor Bupati, Bapenda, dan BPKAD dipasangi garis KPK.

Menurut petugas Satpol PP Kamal yang berjaga di Kantor BPKAD menyebutkan sejak tadi malam sudah terpasang garis KPK. Juga suasana kantor BPKAD pun tampak sepi.

"Dari tadi malam dipasangi garis KPK di depan ruangan Pak AN, sementara suasana kantor memang lebih sepi namun untuk pelayanan tetap berjalan," ujarnya jumat (3/7/2020).

Merujuk ke kantor lainnya pun sama, Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tampak dipasangi garis KPK. Tepat di hadapan ruangan kepala Bapenda dan Kasubbag Umum dan Kepegawaian terpasang garis KPK.

Security Bapenda Dody menerangkan kejadian terjadi tadi malam, tim penyidik KPK melakukan pemasangan garis untuk sterilisasi.

"Awalnya depan kantor dipasangi, namun ketika pagi hanya dua ruangan saja, untuk pelayanan berjalan seperti biasanya tidak ada yang berubah pasca tim penyidik KPK memasangi itu," pungkasnya.

Dari hasil wawancara lainnya, Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo membenarkan bahwa tim penyidik KPK mengunjungi beberapa kantor dan ruangan pejabat di Kutim.

"Kita tugasnya hanya pengamanan saja, tim penyidik KPK datang untuk minta didampingi, empat personel yang kita kerahkan. Tidak ada pemeriksaan maupun penangkapan yang kita lakukan. Karena tugas kita hanya mendampingi tim penyidik KPK dalam hal keamanan," tegasnya.

Terkait kasus dugaan, Indras menyebutkan tidak begitu tahu.

"Kasusnya apa saya tidak tahu, namun dari informasi, beliau (Bupati) diamankan di Jakarta bersama teman-temannya," tutupnya. (fs/eny)

Tags :
Kategori :

Terkait