Samarinda, DiswayKaltim.com - Penyebaran COVID-19 belum berakhir. Sementara toko dan kafe di Samarinda terlihat sudah banyak yang buka kembali. Beberapa kerumunan kecil mulai terlihat. Kendati di antaranya sudah mulai menerapkan disiplin berjarak dan mengenakan masker. Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kaltim, Andi M Ishak mengungkapkan, belum mengetahui kebijakan kelonggaran yang diberikan tim gugus tugas dari kabupaten kota masing-masing. “Sejak diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara nasional, kami langsung membuat edaran untuk pembatasan. Baik itu pekerja, sekolah ataupun tempat yang berpotensi mengumpulkan orang banyak,” kata Andi kepada Disway Kaltim, Jumat (22/5). Kalaupun ada yang buka, tidak boleh menyediakan tempat duduk. Harus take a way. Tidak boleh duduk nongkrong di rumah makan tersebut. Harusnya, sekarang aturan tersebut masih dilakukan. Karena, belum ada istilah pelonggaran. Informasi terkait pelonggaran, kata Andi, masih sekadar wacana pemerintah saja. Itupun dilakukan nanti pada bulan Juni. Dilakukan tidak serentak di semua daerah. Harus dievaluasi kembali untuk masing-masing kabupaten/kota, bahkan dilihat per kecamatan. Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 saat ini. Hanya imbauan untuk menjaga jarak dan tidak melakukan aktivitas berlebih di luar rumah. “Prinsipnya masih sama. Utamakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Karena aturan itu sampai sekarang belum berubah. Sebab, penyebaran virus ini masih berpotensi membesar. Walaupun saat ini trennya sedikit menurun,” jelasnya. Tapi, kata dia, kalau masyarakat masih melakukan kunjungan ke pusat perbelanjaan, berarti tidak lagi menerapkan protokol kesehatan. “Ini bukannya menghindari kerumunan. Malah mendatangi kerumunan,” celetuknya. Sekarang ini, pemerintah dan tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 dari tingkat pusat sampai daerah, sedang melakukan pengkajian usaha yang dinilai sudah bisa beraktivitas lagi. Pastinya, penilaian usaha tersebut dapat memengaruhi aktivitas perekonomian daerah. (mic/dah)
Gugus Tugas Geleng-Geleng, Belum Ada Kebijakan Kelonggaran tapi Warga Sudah Tak Sabar
Jumat 22-05-2020,21:44 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 20-03-2026,19:37 WIB
Si Jago Merah Mengamuk di Barong Tongkok, Satu Rumah Ludes Dilahap Api
Jumat 20-03-2026,18:32 WIB
Antisipasi Gangguan Listrik di Paser, PLN Siagakan 70 Petugas Selama Libur Lebaran
Jumat 20-03-2026,15:41 WIB
Rute Melalan–Balikpapan Mendadak Kosong Jadwal, Penerbangan Batal Meski Penumpang Sudah Beli Tiket
Jumat 20-03-2026,17:02 WIB
Antisipasi Meningkatnya Kebutuhan BBM, SPBU Kilometer 7 Tanah Grogot Buka 24 Jam Selama Libur Lebaran
Jumat 20-03-2026,17:27 WIB
Sempat Membuat Kepanikan, Sebuah Bangunan Kosong di Samarinda Seberang Terbakar
Terkini
Sabtu 21-03-2026,14:48 WIB
Breaking News! Warga Gunung Pelandu Samarinda Digegerkan Penemuan Potongan Tubuh Manusia
Sabtu 21-03-2026,13:41 WIB
24 Pemain Timnas Indonesia untuk Ajang FIFA Series 2026 Diumumkan, Elkan Baggott Kembali
Sabtu 21-03-2026,12:35 WIB
Tips Agar Tetap Sehat Usai Sebulan Puasa, Atur Kembali Pola Makan dan Olahraga Rutin
Sabtu 21-03-2026,11:25 WIB
Wujud Toleransi Beragama yang Tinggi, Malam Takbiran Hingga Hari Raya Idulfitri di Mahulu Berjalan Lancar
Sabtu 21-03-2026,10:19 WIB