Udang hasil tangkapan nelayan. (Ilustrasi/Antara Foto) -- Balikpapan, diswaykaltim - Sejumlah kelompok nelayan menilai, harga komoditas laut, terutama udang, belum membaik. Bahkan terus merosot. Sebulan lalu, harga udang kualitas ekspor masih Rp 150 ribu per kilogram. Kini turun menjadi Rp 140 ribu per kilogram. Bahkan, perusahaan pengepul udang ekspor dinilai lebih selektif. Dalam menerima jenis udang-udang tertentu saja. Anggota Kelompok Nelayan Usaha Lestari Juniansyah mengatakan, harga udang belum membaik. Lantaran perusahaan pengekspor udang terdampak pandemi. Ia belum melihat tanda-tanda membaik. Meski pemerintah melonggarkan beberapa kebijakan. "Yang ke pasar memang meningkat. Tapi daya beli kurang," ujar Juniansyah, Senin (18/5). Disebutnya, harga udang di Pasar Klandasan bervariasi. Tergantung jenis. Untuk udang pancing kecil dihargai Rp 15-30 ribu. Sedangkan udang tiger besar sekitar Rp 200 ribu per kilogram. "Harga di pasar dan pengepul memang berbeda," ungkapnya. Setiap komoditas yang disalurkan langsung oleh nelayan ke pedagang pasar lebih mahal. Sebab telah melalui proses tawar menawar. Meski daya beli masyarakat menurun. Berbeda dengan proses penyaluran langsung ke pengepul. Yang biasanya mematok harga. Dengan acuan harga dari dinas perdagangan. Dampak penurunan harga pengepul dan daya beli yang kian merosot, membuat sejumlah nelayan belum bersemangat berlayar. Meski ada beberapa yang masih beraktivitas di laut, untuk mencari ikan untuk kebutuhan sendiri. "Mau bagaimana lagi?" katanya. Nelayan lainnya Udin lebih memilih menunggu bantuan sosial. "Kami juga terdampak. Mau melaut tapi tak punya solar," ungkapnya. Udin sudah menerima bansos pemkot. Dan ada juga bantuan serupa. Yang ia terima dari Danlanal. "Kalau bisa kami terima juga yang khusus nelayan," imbuhnya. Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mewanti-wanti. Supaya pemberian bantuan tidak tumpang tindih. Ia mengatakan, warga yang sudah menerima salah satu bantuan sosial, tidak boleh menerima bantuan lainnya. Jika sudah menerima bansos pemkot, maka tidak akan mendapat bantuan dari Pemprov Kaltim atau bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah pusat. "Jangan sampai tumpang tindih," katanya. (ryn/hdd)
Harga Udang di Balikpapan Belum Membaik
Selasa 19-05-2020,19:38 WIB
Reporter : Disway Kaltim Group
Editor : Disway Kaltim Group
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 26-08-2026,06:01 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 26 Agustus 2026, Cek di Sini!
Selasa 25-08-2026,22:11 WIB
Karhutla di Balikpapan Capai 28 Titik, Penyebabnya Bukan Aktivitas Buka Lahan tapi Dipicu Hal Ini
Selasa 25-08-2026,21:40 WIB
Sepaku Krisis Air Bersih, Pemkab PPU Lobi BWS Amankan Sumber Baku
Selasa 25-08-2026,22:41 WIB
Siap Bantu Jika Diperlukan, Malaysia Apresiasi Tindakan Cepat Indonesia Tanggulangi Karhutla
Selasa 25-08-2026,20:00 WIB
57,4 Hektare Kawasan di Kutim Terbakar, Polisi Ingatkan Pemilik Lahan Harus Bertanggung Jawab
Terkini
Rabu 26-08-2026,19:00 WIB
Anak 4 Tahun Korban Kebakaran di Gang Buntu Balikpapan Tengah Meninggal, Luka Bakar 97 Persen
Rabu 26-08-2026,18:30 WIB
Air Sawah Kaltim Menyusut, 2.000 Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen
Rabu 26-08-2026,18:00 WIB
Si Jago Merah Mengamuk di Balikpapan Tengah, Anak 4 Tahun Terjebak dan Alami Luka Bakar Serius
Rabu 26-08-2026,17:39 WIB
Buruh Harian Lepas di Long Ikis Diciduk Polisi, Kedapatan Simpan 35,38 Gram Sabu
Rabu 26-08-2026,17:09 WIB