JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyoroti pola perdagangan sumber daya alam (SDA) Indonesia yang masih banyak melalui Singapura sebelum dipasarkan ke negara lain.
Praktik tersebut dinilai berpotensi membuat Indonesia kehilangan keuntungan ekonomi yang lebih besar dari hasil ekspor komoditasnya.
Oleh berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mencari formulasi baru dalam tata kelola ekspor SDA agar Indonesia memperoleh manfaat ekonomi secara maksimal.
Harapan itu disampaikannya menyusul pertemuan bilateral Prabowo dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Hambalang, Bogor, pada Rabu, 28 Oktober 2026.
BACA JUGA: TNI AL Tahan Kapal Asing Bermuatan Rokok di Teluk Balikpapan
BACA JUGA: Merespons Penilaian MSCI, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Akan Gentar
Menurut Oleh, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Singapura sekaligus membahas sejumlah persoalan strategis, mulai dari perdagangan, energi, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga tata kelola ekspor.
"Kami memandang pertemuan bilateral tersebut cukup positif demi kemajuan kedua belah pihak dan tentunya, Pak Presiden pasti akan menegaskan kembali tentang Asta Cita Pak Presiden dalam memimpin Indonesia. Salah satunya adalah soal bagaimana agar Pasal 33 (UUD) ini betul-betul dijalankan dengan baik," kata Oleh Soleh, Jumat, 30 Oktober 2026.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu secara khusus menyoroti praktik ekspor komoditas Indonesia melalui negara ketiga, terutama Singapura.
Ia menilai pola perdagangan tersebut perlu dievaluasi karena negara perantara dinilai memperoleh keuntungan lebih besar dari komoditas yang berasal dari Indonesia.
BACA JUGA: Teriakkan Revolusi, Mahasiswa dan Massa Bentrok dengan TNI di Bundaran HI
BACA JUGA: Hasil Tambang Rakyat Kaltim Diwacanakan Bakal Dipotong 10 Persen untuk Lingkungan
"Kalau melihat data-data ekspor, data-data penjualan dari SDA melalui Singapura sebagaimana yang terekspos dalam ekspor-impor antara Indonesia-Singapura, tentu datanya cukup banyak sekali bisa lihat saja data ekspor," jelasnya.
Ia juga menyinggung perdagangan minyak kelapa sawit yang disebut dikirim terlebih dahulu ke Singapura sebelum dipasarkan kembali ke sejumlah negara di Eropa, termasuk Israel.
"Data ekspor kita ke luar negeri melalui Singapura. Bahkan di sosmed ini lagi viral sawit ini diekspor ke Singapura lalu Singapura ekspor ke berbagai negara di belahan Eropa termasuk Israel dengan range harga yang jauh luar biasa," sambungnya.