BACA JUGA: Karhutla Kaltim Capai 9.327 Hektare, Kukar Catat Kebakaran Terluas
Selain mengandalkan pasokan air tersebut, petugas mengerahkan armada dan peralatan untuk menjangkau titik kebakaran.
Sebanyak 9 unit mobil pemadam kebakaran dari Disdamkartan dan pemadam kebakaran swasta diterjunkan. Relawan juga mengoperasikan 32 mesin pompa portabel untuk membantu pemadaman.
Penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas pemadam kebakaran, relawan, tim medis, kepolisian, PMI, BPBD, hingga instansi terkait lainnya.
Api berhasil dipadamkan setelah penanganan berlangsung hingga pukul 16.50 Wita.
BACA JUGA: Kebakaran Berulang di Tenggarong, DPRD Kukar Soroti Instalasi Listrik yang Digunakan Warga
Mengenai penyebab kebakaran, Hendra menyebut informasi awal mengarah pada sebuah rumah yang ditinggalkan pemiliknya dalam keadaan kosong. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama kejadian.
Sementara Pamapta 1 Polresta Samarinda, Ipda Sofian Adi Cahyono mengatakan, petugas masih mengumpulkan informasi untuk memastikan asal api dan kronologi kejadian.
“Dugaan sementara, api bermula dari bagian bawah kemudian merambat ke atas. Untuk penyebabnya masih dalam proses penyelidikan,” kata Sofian.
Sebelum api berhasil dipadamkan, warga di sekitar lokasi juga berupaya menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang dari rumah masing-masing.
BACA JUGA: 2 Anak Jadi Korban dalam Kebakaran Loa Ipuh, Bupati Kukar Imbau Warga Waspadai Korsleting Listrik
Baharudin (57), salah seorang warga, mengaku pertama kali menyadari kejadian tersebut setelah melihat kepulan asap hitam pekat.
“Saya lihat langsung asapnya besar dan hitam pekat. Setelah itu terdengar orang berteriak kebakaran, lalu api mulai terlihat,” tuturnya.
Bagi warga yang tinggal berdekatan dengan titik kebakaran, keselamatan keluarga menjadi prioritas saat api mulai merambat.
Risna (34), seorang ibu rumah tangga, mengatakan, dirinya lebih dahulu menyelamatkan anak-anak sebelum berusaha mengeluarkan barang-barang dari rumah.
BACA JUGA: Kualitas Udara Samarinda masih Fluktuatif, Periode 1–19 Oktober 2026 ISPA Capai 8.193 Kasus