Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh saat konferensi pers di kantor DPRD Balikpapan, kemarin. (Andi M Hafizh/Disway) -- Balikpapan, Diswaykaltim - DPRD Balikpapan mengimbau awak media massa memperhatikan kode etik jurnalistik dalam tiap peliputan, terkait COVID-19. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh dalam keterangan pers yang digelar di halaman sekretariat DPRD, Jumat (15/5). Ia khawatir pemberitaan selama masa pandemi akan memperkeruh suasana. Di tengah upaya yang sudah dilakukan DPRD dan pemkot. "Saya dalam kapasitas mengingatkan saja," ujarnya, usai membacakan seluruh isi kode etik jurnalistik. Menurutnya hal ini perlu dilakukan. Terkait pemberitaan dari media cetak dan online. Yang secara frontal menyebut nama. Walaupun hanya berupa inisial, partai, dan lembaga. Abdulloh menekankan, agar awak media lebih teliti dalam menganalisa suatu informasi. Serta harus berimbang. "Jangan langsung dijustifikasi orang itu positif corona," katanya. Rencananya, DPRD melayangkan somasi. Kepada dua media massa yang dianggap menyalahi kode etik jurnalistik. Abdulloh sempat meminta maaf. Kepada seluruh awak media yang hadir. Sebab ia salah menyebutkan nama media yang dimaksud. Ia menyebut Disway Kaltim. Padahal bukan itu yang dimaksudnya. "Saya minta maaf, bukan Disway Kaltim," katanya. Ia mengaku telah menerima laporan resmi. Hasil rapid test. Dari RSUD maupun Diskes Balikpapan. "Perlu diketahui, hasil rapid test bukan satu-satunya rujukan bahwa seseorang telah positif," imbuhnya. Abdulloh menyadari, anggota DPRD rentan terpapar. Tugas dan tanggung jawab yang mereka emban mengharuskannya bersentuhan langsung dengan masyarakat. "DPRD mengawali dan inisiatif memeriksa kesehatan. Semua. Tidak terkecuali," urainya. Ia menjelaskan, rapid test seluruh anggota DPRD dilakukan Selasa (12/5), dan Rabu (13/5). Ada 75 jumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan sekretariat DPRD dan 45 anggota DPRD, yang berpartisipasi dalam kegiatan itu. "DPRD sudah dua kali rapid test," ungkapnya. Abdulloh tak menampik jika ada anggota DPRD yang menunjukkan tanda reaktif. Ia lebih menekankan pemahaman pada kata reaktif. "Reaktif belum tentu corona," ujarnya. Kata reaktif baru digunakan dua pekan terakhir. Kata ini menunjukkan bahwa hasil rapid test belum bisa dijadikan rujukan positif atau negatif. "Dengan ini, otomatis aktivitas pansus terganggu," imbuhnya. Sehingga seluruh kegiatan pansus pengawasan gugus tugas penanganan COVID-19 dilanjutkan wakil ketua. "Dalam satu minggu kantor akan kami tutup dulu," ujarnya. (ryn/hdd)
Abdulloh: Reaktif Belum Tentu Corona
Sabtu 16-05-2020,15:21 WIB
Reporter : Disway Kaltim Group
Editor : Disway Kaltim Group
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 04-11-2026,21:50 WIB
Ubah Kardus Bekas Jadi Uang, Pertamina Dorong Bank Sampah Askit Balikpapan Ciptakan Lingkungan Bersih
Rabu 04-11-2026,14:46 WIB
Kutim Jadi Satu-Satunya Daerah di Kaltim yang Lolos Program Angkutan Perintis
Rabu 04-11-2026,16:37 WIB
DPMK Mahulu Minta Semua Kampung Percepat Pengajuan Anggaran
Rabu 04-11-2026,14:06 WIB
Kutim Kirim 1.014 Atlet ke Porprov Kaltim, Target Masuk Tiga Besar
Rabu 04-11-2026,18:00 WIB
Utang Pemkab PPU Lunas Tahun Ini, Sisa Rp63 Miliar Dibayar Desember 2026
Terkini
Kamis 05-11-2026,11:00 WIB
Pemkot Samarinda Dorong Sinergi Dunia Usaha dan Tenaga Kerja Lewat Job Fair
Kamis 05-11-2026,10:37 WIB
Gerindra Angkat Suara soal Penyadapan Prabowo, Konsolidasi Lintas Partai Disiapkan
Kamis 05-11-2026,10:00 WIB
LPTQ Kaltim Tinjau Venue MTQH XLVI di Kukar, Mayoritas Arena Dinilai Layak
Kamis 05-11-2026,09:30 WIB
Panen 16 Emas Sepatu Roda, Kontingen Paser Puncaki Klasemen Sementara Porprov Kaltim 2026
Kamis 05-11-2026,09:00 WIB