PENAJAM, NOMORSATUKALTIM - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menggenjot berbagai program pembinaan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM).
Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa produk-produk olahan lokal memiliki daya saing tinggi dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Kepala Dinas KUKM Perindag Kabupaten PPU, Muhammad Yusuf Basra, menegaskan bahwa tolok ukur utama sebuah produk UMKM atau IKM dikatakan berhasil "naik kelas" bukan sekadar dilihat dari banyaknya variasi atau spesifikasi produk yang dihasilkan.
Indikator paling riil dan terukur justru terletak pada perluasan jangkauan pasar yang berhasil ditembus oleh produk tersebut.
BACA JUGA: PPU Fest 2026: Wadah Kreativitas Anak, Budaya hingga Pesta UMKM
BACA JUGA: BI Perpanjang DP 0 Persen Kredit Kendaraan Bermotor hingga 2027
Menurut Yusuf Basra, keunggulan sebuah usaha lokal sangat ditentukan oleh sejauh mana produk hasil olahan dari PPU dapat terekspos dan diterima secara luas oleh konsumen di luar wilayah Benuo Taka.
Kemampuan untuk menembus pasar luar daerah hingga merambah pasar ekspor menjadi bukti nyata bahwa kualitas produk lokal telah memenuhi kualifikasi serta standar industri yang kompetitif.
"Kalau dari sisi produk, kita memang tidak bisa memastikan atau membatasi satu per satu secara kaku. Yang jelas, salah satu ukurannya adalah terekspos barangnya ke luar wilayah. Apakah barang tersebut berhasil diekspor ke luar negeri, atau minimal dibeli oleh orang-orang dari luar PPU. Kalau orang luar yang beli, itu sudah pencapaian yang luar biasa bagi kita," ucapnya, Minggu, 25 Oktober 2026.
Menyinggung potensi besar di sektor kriya dan kerajinan tangan seperti produk tenun maupun batik khas PPU, Yusuf Basra menjelaskan bahwa sektor ini pada dasarnya memiliki skema pembinaan dan peluang ekspansi yang sama besarnya dengan IKM produk olahan makanan.
BACA JUGA: Limbah Sabut Kelapa Olahan UMKM PPU Tembus Pasar Taiwan
BACA JUGA: Indonesia Gandeng India Percepat Transformasi Digital, Ekonomi Kreatif Dibidik Tumbuh Pesat
Kerajinan tangan dan motif batik lokal dinilai menyimpan nilai seni serta keunikan tersendiri yang sangat potensial memikat perhatian konsumen luar daerah jika dikelola secara profesional.
Mengingat keterbatasan daya serap pasar lokal, ekspansi pemasaran ke luar wilayah menjadi langkah strategis yang sangat krusial bagi para perajin maupun pelaku usaha di PPU.
Oleh karena itu, Pemkab PPU melalui Dinas KUKM Perindag terus berkomitmen memberikan pendampingan konsisten, mulai dari peningkatan mutu bahan, estetika kemasan, hingga strategi pemasaran digital.