PASER, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kecamatan Paser Belengkong menyiapkan terobosan dalam meningkatkan kompetisi pegawai.
Salah satunya lewat program yang dinamakan Pekan Aparatus Sipil Negara (ASN) Pro.
Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya menghadirkan pengembangan kompetensi yang lebih hemat anggaran tanpa harus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara berlebihan.
Cara itu dimanfaatkan untuk memastikan seluruh jajaran aparatur di lingkungan Paser Belengkong memenuhi standar minimal pengembangan kompetensi, sekaligus mendorong budaya belajar yang berkelanjutan di lingkungan pemerintahan.
Pekan ASN Pro menjadi langkah strategis untuk mendukung pemenuhan kewajiban pengembangan kompetensi aparatur paling sedikit 20 Jam Pelajaran (JP) setiap tahun, sebagaimana ketentuan dalam regulasi terkait aparatur sipil negara.
Pelaksanaan program tidak semata mengandalkan pelatihan klasikal yang membutuhkan anggaran besar.
Kecamatan Paser Belengkong justru mengoptimalkan metode pembelajaran nonklasikal yang dinilai lebih fleksibel, efisien, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
“Pekan ASN Pro adalah komitmen kami. Pengembangan kompetensi tidak harus mahal dan klasikal. Melalui coaching, mentoring, diskusi kelompok dan belajar mandiri via e-learning, kapasitas pegawai bisa meningkat signifikan,” kata Sekretaris Camat Paser Belengkong, Abdillah belum lama ini.
Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan proses pengembangan kompetensi tetap berjalan tanpa mengganggu ritme pelayanan kepada masyarakat.
Dengan pola pembelajaran yang lebih adaptif, aparatur dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tanpa harus meninggalkan tugas pelayanan dalam waktu lama.
Penerapan metode nonklasikal juga diharapkan membuat pemenuhan 20 JP pengembangan kompetensi dapat dilakukan secara konsisten, fleksibel, sekaligus tepat sasaran.
Abdillah mengatakan, materi pembelajaran tidak diberikan secara seragam tanpa melihat kebutuhan aparatur.
Setiap materi akan dipilah dan dipilih berdasarkan relevansinya dengan tugas serta tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kecamatan.
“Kami memilah dan memilih materi, setelahnya kami lakukan pendalaman pada sektor yang dinilai krusial,” ujarnya.
Sejumlah bidang menjadi perhatian dalam pendalaman materi tersebut.