“Alhamdulillah, kita bersyukur atas capaian ini. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang kita lakukan bersama telah memberikan hasil yang membanggakan,” ujar Rudy saat menghadiri penutupan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu (19/9/2026).
Rudy mengatakan keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kaltim. Menurut dia, prestasi dalam ajang MTQ juga harus diikuti dengan upaya memperluas kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Timur. Namun yang lebih penting, bagaimana kecintaan terhadap Al-Qur’an terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita,” katanya.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengatakan keberhasilan mempertahankan gelar juara umum tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten.
Program pembinaan tersebut dijalankan secara berkelanjutan untuk mempersiapkan peserta menghadapi berbagai kompetisi.
Dalam tiga tahun terakhir, binaan LPTQ Kaltim disebut telah mencatat 90 prestasi di tingkat nasional dan internasional. Catatan tersebut menjadi gambaran dari proses pembinaan yang terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan para peserta.
BACA JUGA:Sejumlah Ledakan Terdengar di Riyadh, Pemerintah Arab Saudi Keluarkan Peringatan Dini
“Ini hasil kerja bersama. Ada para peserta yang berjuang, pelatih yang membina, official yang mendampingi, serta dukungan pemerintah dan seluruh masyarakat Kaltim,” ujar Sri Wahyuni.
Pada MTQ Nasional XXXI, sebanyak 37 peserta Kaltim dari 48 kategori yang diikuti berhasil lolos ke babak final.
Jumlah tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membantu Kaltim mengumpulkan poin hingga akhirnya kembali berada di posisi teratas.
Hasil akhir menempatkan Kaltim dengan 288 poin sebagai juara umum. Jawa Tengah berada di posisi berikutnya dengan 208 poin, sedangkan DKI Jakarta mengumpulkan 129 poin.