Krisis Air masih Terjadi di Samarinda, Warga Rela Antre hingga Dini Hari

Selasa 15-09-2026,20:00 WIB
Reporter : Mayang Sari
Editor : Didik Eri Sukianto

Namun, penyediaan tandon juga menghadapi kendala ketersediaan barang. BPBD bahkan telah menyurati perusahaan di kawasan Tanah Merah untuk membantu memenuhi kebutuhan tandon.

Suwarso mengatakan, kebutuhan tersebut masih dipenuhi secara bertahap karena permintaan dari pemerintah maupun masyarakat cukup tinggi.

Di sisi lain, kondisi sejumlah instalasi pengolahan air (IPA) milik PDAM juga belum sepenuhnya normal, meski Perumda Tirta Kencana telah menyatakan kondisi 9 IPA yang berangsur pulih.

Salah satunya IPA Bantuas yang tetap beroperasi berdasarkan kesepakatan dengan masyarakat, tetapi airnya memiliki kadar parameter yang melebihi ambang yang disebutkan BPBD.

BACA JUGA: Debit Air Bendungan Lempake Menyusut, BWS Pastikan Pasokan Masih Aman 

“IPA Bantuas itu sebetulnya beroperasi. Cuma ada kesepakatan dengan warga. Karena ppm-nya sekitar 335, melebihi ambang batas yang diperbolehkan. Ambang batasnya 250,” kata Suwarso.

Pemanfaatan air dari IPA tersebut kemudian dibatasi untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus. Kondisinya, berbeda dengan kebutuhan air konsumsi yang memerlukan penanganan lebih ketat.

Sementara itu, IPA di kawasan Palaran juga belum beroperasi selama 24 jam. PDAM melakukan pemantauan kadar klorida di Sungai Mahakam secara berkala untuk menentukan waktu air dapat diproduksi.

Persoalan lain muncul dari keterbatasan sumber air akibat kondisi kemarau. Pemkot mulai mendorong pembangunan sumur artesis dengan kedalaman minimal 150 meter, sebagai salah satu langkah jangka lebih panjang.

BACA JUGA: BMKG Prediksi Hujan Kaltim Rendah hingga 20 September, Paser Tak Hujan 49 Hari

Menurut Suwarso, sumur dengan kedalaman sekitar 40 meter dinilai tidak cukup menghadapi kondisi kemarau panjang karena berpotensi kembali mengalami kekeringan.

“Makanya disarankan untuk membuat sumur-sumur yang dalam,” bebernya.

Sementara penanganan jangka pendek tetap mengandalkan distribusi air melalui armada tangki dan dukungan sejumlah pihak.

BPBD Samarinda menyebut layanan tersebut melibatkan BPBD Provinsi, PMI, Balai Wilayah Sungai (BWS), Kementerian PUPR dan PDAM.

BACA JUGA: 9 IPA Samarinda Tak Lagi Produksi Air Bersih 24 Jam, 4 Kecamatan Terdampak

Suwarso mengatakan, distribusi akan terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan di masing-masing titik.

Kategori :