Terkendala Kabut Asap dan Cuaca Panas, Disdikbud Kukar Percepat Rangkaian Erau 2026

Jumat 11-09-2026,09:00 WIB
Reporter : Rahmat Pratama
Editor : Hariadi

KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan sejumlah penyesuaian dalam pelaksanaan rangkaian Erau 2026 di tengah kondisi cuaca panas dan paparan kabut asap.

Kadisdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan adalah memanajemen waktu agar rangkaian kegiatan, khususnya yang melibatkan anak-anak, dapat berlangsung lebih cepat.

“Kalau untuk Erau, mungkin dari sisi waktu ya, kita harus manajemen waktu. Itu nanti kita percepat,” ucap Heriansyah, Kamis, 10 September 2026.

Selain mempercepat waktu kegiatan, pihaknya juga memperhatikan kondisi lokasi latihan para peserta. Lapangan tempat latihan secara berkala disemprot untuk mengurangi debu yang berpotensi mengganggu kesehatan.

BACA JUGA: Erau 2026 Segera Dimulai, Pemkab Kukar Gandeng Kejari untuk Pendampingan Hukum

BACA JUGA: Dispar Kukar Tetap Terlibat dalam Erau 2026, Fokus Promosi dan Pengembangan Ekraf

“Saat ini yang latihan juga sebagian, tiga hari sekali itu disemprot lapangannya supaya tidak berdebu,” ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi udara saat ini menjadi perhatian karena anak-anak yang terlibat dalam kegiatan Erau rentan mengalami gangguan kesehatan, terutama akibat paparan debu dan asap.

Pihaknya berharap tidak ada peserta yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun diare selama mengikuti rangkaian kegiatan.

“Kita juga berharap anak-anak kita ini tidak ada yang mengalami ISPA atau diare karena kondisi debu saat ini atau asap,” jelasnya.

BACA JUGA: Siapkan Hibah Rp 15 Milyar, Pemkab Kukar Matangkan Persiapan Erau 2026

BACA JUGA: Muara Badak Kerahkan Semua Sumber Daya Hadapi Karhutla

Untuk mengantisipasi paparan asap, Disdikbud Kukar juga akan mengimbau komunitas yang terlibat dalam kegiatan Erau agar para penari menggunakan masker.

“Harapan kita nanti akan kita imbau ke komunitas yang sudah kerja sama dengan kita supaya mereka juga menggunakan masker,” harapnya.

Ia menjelaskan, proses latihan para penari selama ini tidak berlangsung secara penuh sepanjang hari. Latihan dilakukan pada sore hari sehingga paparan panas matahari dapat diminimalkan.

Kategori :