TANJUNG REDEB, NOMORSATUKALTIM - PT Pamapersada Nusantara Berau jadi motor penggerak program petani Gen Z di Kabupaten Berau. Hal tersebut diapresiasi Pemkab Berau.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Tenteram Rahayu mengatakan, ada dua kampung yang menjadi pilot project dalam program tersebut. Yakni, Kampung Tumbit Dayak dan Kampung Bebanir Bangun.
“Kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Terlebih, memang saat ini hal itu sangat diperlukan,” katanya.
Dijelaskannya, saat ini perlu upaya maksimal untuk menumbuhkan minat terhadap pertanian di kalangan anak-anak muda.
“Sekarang ini, tidak ada regenerasi. Tidak mungkin itu dibiarkan,” tegasnya.
Langkah PT Pama, kata dia, menjadi hal baik, lantaran menarik minat anak muda untuk bertani. Pun, dimulai dari tanaman sayuran.
“Metode yang digunakan adalah hidroponik. Ya tidak masalah, kalau mereka sudah merasakan hasil, pasti akan mengembangkan diri kembali menjadi lebih besar,” terangnya.
Ia berharap, program tersebut bisa dicontoh oleh perusahaan-perusahaan lain di Kabupaten Berau. Dan mampu berkolaborasi dengan Pemkab Berau.
BACA JUGA: Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Modern, PT PAMA Bekali UMKM Kuliner Berau Standar Keamanan Pangan
“Kami akan memfasilitasi pasar. Karena memang kami memiliki tanggung jawab tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Berau, Agung Junazil Rukmana menyebut, pihaknya berupaya maksimal untuk mewujudkan petani Gen Z.
Dirinya mengungkapkan, segala kebutuhan Petani GenZ akan dipenuhi. Mulai dari peralatan, perlengkapan hingga pemasaran.
“Petani GenZ tersebut nantinya akan diberikan pelatihan. Sampai nanti berjalan sendiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agung mengungkapkan, Pama Berau tidak mengutip biaya dalam pelaksanaannya. Bahkan, keuntungan yang nanti didapatkan akan dikelola sendiri oleh masing-masing petani muda binaan Pama tersebut.
“Kami tidak akan mengambil satu rupiah pun dari keuntungan mereka. Kami membina sampai mereka mandiri,” katanya.