Satu unit Polymerase Chain Reaction (PCR) telah tiba Selasa (5/5) di Balikpapan. Mesin ini akan dioperasikan di RSPB. (Andi M Hafizh/Disway) -- Balikpapan, Diswaykaltim - Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) mendatangkan Polymerase Chain Reaction (PCR). Untuk membantu pemerintah. Mendapatkan hasil cepat dalam kasus COVID-19. Kepala Instalasi Laboratorium RSPB dr Suriyani Trismiasih SpPK menjelaskan, butuh minimal 6-8 jam prosesnya berlangsung. "Ada tiga ruangan pemrosesan. Ruangan pertama adalah ekstraksi virus. Di situ mengambil material virus yang cukup. Supaya bisa diperbanyak dan diperiksa," ujarnya. Lanjut Suriyani, saat ini menggunakan ekstraksi manual. Sehingga cara kerjanya di biosafety cabinet. Harus berada di ruangan bertekanan negatif. Supaya virus tidak ke mana-mana. "Setelah diproses sekitar 40-50 sampel, dalam waktu 6 jam. Begitu selesai, sampel dipindahkan ke ruang master mix. Untuk pencampuran. Sebelum dibaca ke ruang PCR. Yang juga bertekanan negatif," jelasnya. Pada tahap proses kedua, petugas laboratorium mencampurkan cairan reagen. Terhadap virus yang telah dipisahkan dari ruang pertama tadi. Di sini untuk tahap awal, petugas sangat hati-hati mencampurnya. "Pembacaan awal sampel butuh 1,5 jam. Tapi untuk proses keseluruhan tergantung skill petugas laboratoriumnya. Kalau awal sampai akhir sekitar 8 jam. Tapi kalau mahir, mungkin 6 jam sudah bisa diketahui hasilnya. Itu kalau ekstraksi manual," tambahnya. Jika alat eksraksi otomatis tiba, dan mendukung komponen alat pemeriksaan ini, maka alat ini serupa dengan di Swiss, Prancis dan Italia. Maka proses pengerjaan bisa lebih cepat. "Itu prosesnya sekali jalan bisa 96 sampel. Dengan proses pengujian sekitar 1,5 jam," ujarnya. Saat ini PCR belum bisa digunakan normal. Lantaran menunggu teknisi dari pusat. Untuk melatih lima petugas laboratorium. PCR mampu menghasilkan ratusan sampel sehari. "PCR ini kapasitas 384 sampel. Tapi karena ekstraktor masih manual, kami efisienkan plate yang ada. Karena sekali pakai harus dibuang," jelasnya. Setelah virus tercampur. Dengan cairan reagen. Maka PCR akan mengeluarkan hasil swab. Negatif atau positif. "Ekstraktor otomatis mampu 96 sampel. Dengan empat kali ekstraksi. Dan berjalan lagi di PCR. Jadi sehari bisa 384 sampel, kalau sudah ada ekstraktor otomatis," tutupnya. (bom/hdd)
Hasil Swab PCR Butuh 8 Jam
Jumat 08-05-2020,19:39 WIB
Reporter : Disway Kaltim Group
Editor : Disway Kaltim Group
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 28-05-2026,05:59 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 28 Mei 2026, Cek di Sini!
Rabu 27-05-2026,21:35 WIB
Dari Kebun ke Konservasi, PAMA Latih Petani Kakao Berau Tingkatkan Kualitas Panen
Kamis 28-05-2026,09:01 WIB
Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI Paser 2026-2029
Rabu 27-05-2026,22:12 WIB
Cara Makan Daging Kambing agar Tidak Cepat Pusing
Kamis 28-05-2026,10:00 WIB
Indonesia Surplus Ternak: Stok 3,2 Juta Ekor, Kebutuhan 2,4 Juta
Terkini
Kamis 28-05-2026,21:05 WIB
Libur Lebaran Iduladha 1447 Hijriah, Penjualan Ikan di Tenggarong Anjlok 70 Persen
Kamis 28-05-2026,20:35 WIB
SPMB 2026 Pakai Sistem Domisili, DPRD Balikpapan Wanti-wanti Perpindahan Penduduk Dadakan
Kamis 28-05-2026,20:06 WIB
Kontrakan di Sepaku Jadi Markas Sabu, 2 Pengedar Dibekuk Polisi
Kamis 28-05-2026,19:40 WIB
Syukuran Hasil Panen, Masyarakat Adat Dayak di Ujoh Bilang Mahulu Gelar Ritual Nebukoq
Kamis 28-05-2026,19:15 WIB