Indonesia Surplus Ternak: Stok 3,2 Juta Ekor, Kebutuhan 2,4 Juta
Indonesia mengalami surplus ternak saat Iduladha 2026 dengan stok hewan kurban mencapai 3,2 juta ekor, sementara kebutuhan nasional hanya 2,4 juta ekor.-(Ilustrasi/ Disway Mojokerto)-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Indonesia mencatat surplus hewan ternak saat perayaan Iduladha 1447 Hijriah atau 2026.
Pemerintah mencatat ketersediaan hewan kurban nasional mencapai 3,2 juta ekor, lebih tinggi dibanding kebutuhan masyarakat yang diperkirakan di kisaran 2,4 juta ekor.
Kondisi tersebut membuat Indonesia mengalami surplus sekitar 800 ribu ekor hewan kurban pada perayaan Iduladha tahun ini.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mengatakan capaian itu menjadi indikator positif ketahanan pangan nasional, terutama di tengah situasi global yang masih dipenuhi konflik dan ketidakpastian ekonomi.
BACA JUGA: Pemerintah Belanjakan Rp100 Miliar untuk 1.098 Sapi Kurban Presiden
BACA JUGA: 6.000 Sapi Kurban Beredar di Kukar, Mayoritas dari NTT
"Jadi ada surplus sekitar 800 ribuan ekor. Ini artinya alhamdulillah, Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezeki-Nya kepada bangsa kita, negara kita hari ini," kata Sudaryono di sela pelaksanaan kurban Kementerian Pertanian bersama HKTI di kawasan Masjid Nurul Iman, Kementan, Jakarta, Rabu 27 Mei 2026.
Menurut Sudaryono, surplus ternak menunjukkan kondisi peternakan nasional berada dalam situasi yang baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa mengalami kekurangan pasokan hewan kurban.
Ia juga menilai capaian tersebut membuktikan Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas pangan di tengah tekanan global.
"Di saat situasi sulit perang di mana-mana, kita dalam keadaan yang baik, itu tentu perlu kita syukuri bersama," ucap Sudaryono, dilansir dari Antara.
BACA JUGA: Pemkab Kutai Barat Dorong Peternak Naik Kelas Lewat Kontes Ternak 2026
BACA JUGA: Kukar Berpeluang Dapat Fasilitas Peternakan Terpadu, Sentra Penetasan Ayam Disiapkan di Muara Kaman
Sudaryono menambahkan kondisi tersebut tidak terlepas dari kerja pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas nasional.
"Pemerintah, Presiden kita, menteri-menterinya, kabinetnya dan seluruh perangkatnya itu bekerja keras supaya kondisi negara kita dalam keadaan baik, berjalan dalam keadaan baik dan insya Allah sesuai dengan doa kita semuanya, negara kita dalam keadaan baik," tutur Sudaryono.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

