Duga Antrean Solar Disebabkan Pengetap, Wabup Kutim Usul Subsidi BBM Dihapus

Senin 07-09-2026,14:49 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Baharunsyah


KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Antrean panjang kendaraan diesel di sejumlah SPBU di Kutim mendapat perhatian dari Pemkab Kutim. 

Kondisi tersebut dinilai perlu ditelusuri karena terjadi secara berulang.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menduga antrean panjang itu bukan sepenuhnya disebabkan tingginya kebutuhan bahan bakar masyarakat maupun aktivitas kendaraan angkutan.

Menurutnya, terdapat dugaan praktik pengetapan Solar subsidi yang turut memperparah kondisi di lapangan. 

Solar yang dibeli secara berulang diduga kembali dijual kepada pihak lain, termasuk sektor industri.

BACA JUGA:Kaltim Tak Masuk Daerah Perhatian Pusat dalam Penanganan Karhutla

Mahyunadi menyampaikan dugaan tersebut berdasarkan pengamatannya terhadap aktivitas kendaraan diesel yang beroperasi di Kutim. 

Ia menilai kebutuhan bahan bakar sejumlah kendaraan sebenarnya tidak mengharuskan pengemudi mengantre setiap hari.

“Saya kemarin ngangkut tanah untuk urukan masjid, saya bilang ini kamu antre sehari, BBM ini cukup tidak untuk satu hari?" 

"Cukup untuk satu hari setengah katanya. Kenapa mereka harus antre tiap hari?” ungkap Mahyunadi saat di wawancara, Senin 7 September 2026.

Ia mengatakan, apabila kebutuhan Solar satu kendaraan mampu mencukupi operasional hingga lebih dari sehari, pola antrean harian menjadi sesuatu yang patut dipertanyakan.

BACA JUGA:El Nino Mengancam Keselamatan Masyarakat, Bupati Kutim Minta Camat Perkuat Pencegahan Kebakaran

Mahyunadi menilai praktik pengetapan dapat menyebabkan distribusi Solar subsidi tidak tepat sasaran. 

Kondisi tersebut juga berpotensi merugikan masyarakat yang memang membutuhkan bahan bakar untuk kegiatan sehari-hari.

“Berarti kita harus sepakati bahwa adanya antrean itu bukan karena kebutuhan transpor orang, adanya antrean itu karena ada pengetap,” tegasnya.

Kategori :