MAHULU, NOMORSATUKALTIM - Anggota Komisi II DPRD Mahakam Ulu (Mahulu), Kerawing Lawing meminta pemerintah daerah agar lebih serius menghidupkan kembali seni, budaya dan identitas Dayak sebagai bagian penting pembangunan daerah sekaligus potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, kekayaan budaya Dayak di Mahulu memiliki daya tarik besar apabila dikembangkan secara serius dan berkelanjutan.
“Kalau dulu awal-awal pemekaran masih banyak latihan seni budaya, tari termasuk hudoq juga. Tapi belakangan ini kok jadi menyepi,” ujar Kerawing, Senin (1/9/2026).
Ia meminta OPD terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) maupun Disparpora Mahulu dapat kembali aktif mendukung kegiatan seni dan budaya agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
BACA JUGA: Banggar DPRD Mahulu Rekomendasikan Anggaran Rp50 Miliar untuk Penanganan Jalan Long Pakaq-Long Apari
Menurut Politisi Gerindra ini, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga adat, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah melalui program yang nyata dan berkelanjutan.
“Pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait ini wajib menghidupkan kembali seni budaya kita. Itu yang kita harapkan,” kata Kerawing.
Selain pelestarian budaya, DPRD Mahulu juga menilai pengembangan budaya Dayak dapat menjadi potensi wisata daerah yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Kerawing menilai, Kabupaten Mahulu memiliki banyak potensi budaya dan cagar budaya yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata, terutama jika dipromosikan dengan baik kepada masyarakat luar daerah.
BACA JUGA: Air Sungai Mahakam Semakin Surut, Pemkab Mahulu Terbitkan SK Status Siaga Darurat
BACA JUGA: Komisi II DPRD Mahulu Minta Pemkab Mahulu Segera Lakukan Balik Nama Kendaraan Dinas
“Kalau memang ada cagar budaya yang betul-betul bisa dikembangkan, apa salahnya. Kita harus menggenjot dunia pariwisata,” tuturnya.
Kondisi efisiensi anggaran saat ini menjadi tantangan pembangunan daerah, namun pemerintah tetap dapat memilih objek budaya dan wisata yang potensial dengan akses yang tidak terlalu sulit untuk dikembangkan lebih dahulu.
Identitas budaya Dayak harus lebih ditampilkan dalam wajah pembangunan di Mahulu, termasuk melalui ornamen khas Dayak pada bangunan pemerintahan maupun ruang publik.