Ia menilai pemerintah desa dan masyarakat memiliki kedekatan langsung dengan berbagai persoalan yang memengaruhi tumbuh kembang anak.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah desa, kader, perangkat daerah dan masyarakat yang sudah berkontribusi."
"Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi agar kinerja yang sudah baik dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.
Penilaian Desa Berkinerja Baik tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Kaltim memberikan apresiasi kepada desa yang menunjukkan kinerja dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting.
BACA JUGA:Diskan Kutim Benahi Rantai Sektor Perikanan hingga ke Pasar
Penghargaan diberikan berdasarkan peringkat yang diperoleh masing-masing desa.
Untuk desa yang meraih peringkat pertama, apresiasi diberikan dalam bentuk piagam dan uang pembinaan.
Desa Kahala juga akan ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Kaltim serta diusulkan untuk mewakili Kaltim pada penilaian desa berkinerja baik tingkat nasional.
Sementara Desa Singa Gembara sebagai Terbaik II dan Desa Linggang Muara Leban yang berada di peringkat ketiga akan memperoleh piagam penghargaan serta uang pembinaan lomba.
Capaian tersebut sekaligus menempatkan Kutim melalui Singa Gembara sebagai salah satu daerah yang mendapat pengakuan dalam penanganan stunting berbasis desa.
Trisno berharap penghargaan itu tidak berhenti sebagai sebuah prestasi, tetapi menjadi dorongan untuk menjaga konsistensi program di lapangan.
Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan kesinambungan karena berkaitan langsung dengan kualitas tumbuh kembang anak dan kondisi keluarga.
Dengan skor 119, Desa Singa Gembara kini tercatat sebagai Terbaik II tingkat Kaltim dalam penilaian desa berkinerja baik untuk percepatan pencegahan dan penurunan stunting. (Sakiya Yusri)