Islam Melarang Merusak Lingkungan dan Ini Cara Rasulullah Merawatnya

Jumat 28-08-2026,12:38 WIB
Reporter : Baharunsyah
Editor : Baharunsyah

Syekh Nawawi Banten, ketika menafsirkan surat Ar-Rum ayat 41 dalam kitab Marah Labid, menjelaskan berbagai bentuk kerusakan yang muncul di darat dan laut akibat perbuatan manusia.   

Beliau berkata:

BACA JUGA:Apakah Nikah Batin Diperbolehkan dalam Islam? Begini Penjelasannya

"Telah tampak kerusakan di darat dan laut, seperti paceklik, banyaknya kebakaran dan banjir, kematian hewan-hewan darat dan laut, serta berkurangnya mutiara, yang disebabkan oleh perbuatan manusia.” 

Penjelasan Syekh Nawawi Banten tersebut mengajarkan kepada kita bahwa kerusakan lingkungan bukan perkara yang berdiri sendiri. 

Ia dapat berkelindan dengan berbagai persoalan kehidupan manusia.   

Karena itu, ketika kita berbicara tentang lingkungan, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan kehidupan.

Islam bukan agama yang hanya mengajarkan kebaikan melalui kata-kata. Islam juga menghadirkan teladan. Dan teladan terbaik itu terdapat dalam diri Rasulullah Muhammad Saw.   

Dalam kehidupan Nabi Muhammad, kita menemukan ajaran tentang bagaimana manusia memperlakukan alam dengan penuh tanggung jawab.   

Rasulullah Saw. bahkan memberikan gambaran yang sangat kuat tentang pentingnya menanam dan merawat kehidupan. 

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad, beliau bersabda:

"Jika hari kiamat telah tiba sementara di tangan salah seorang di antara kalian terdapat sebuah tunas tanaman, apabila ia mampu untuk menanamnya sebelum kiamat benar-benar terjadi, maka hendaklah ia menanamnya.” (HR. Ahmad)

Coba kita renungkan sejenak pesan hadis tersebut. Hari kiamat adalah akhir dari kehidupan dunia. 

BACA JUGA:Saat Hak Guru Tidak Terbayarkan Sesuai Tanggungjawabnya, Bagaimana Pandangan Islam?

Tetapi Rasulullah Saw masih mengajarkan kepada kita untuk menanam kehidupan selama kesempatan itu masih ada.   

Pesannya sangat jelas: jangan pernah berhenti melakukan kebaikan, bahkan ketika kita merasa bahwa waktu sudah sangat sempit.   

Kategori :