Bankaltimtara

Indonesia Peringkat 2 Eksportir Koral Dunia, Transaksi Tembus USD 18,12 juta

Indonesia Peringkat 2 Eksportir Koral Dunia, Transaksi Tembus USD 18,12 juta

Ekspor koral budidaya Indonesia mencapai USD 18,12 juta pada 2025 dan menempatkan RI sebagai eksportir koral terbesar kedua dunia.-(Ist./ Dok. PT Sri Kandi Aquarium)-

BANYUWANGI, NOMORSATUKALTIM – Indonesia menempati peringkat kedua sebagai eksportir koral dunia pada 2025 dengan pangsa pasar 12,68 persen. 

Potensi tersebut terus didorong melalui pengembangan budi daya koral hidup untuk meningkatkan nilai ekspor komoditas kelautan Indonesia.

Pada Januari-Juni 2026, nilai ekspor koral Indonesia mencapai USD 8,8 juta, naik 2,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 8,5 juta.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan budi daya koral hidup memiliki peluang ekonomi yang besar, terutama karena permintaan pasar global. Pengembangan komoditas tersebut dinilai dapat memperkuat ekspor produk kelautan dan perikanan bernilai tambah.

BACA JUGA: Terumbu Karang Pulau Gusung PPU Dapat Suntikan Dana Pelestarian Rp 30 Juta

Hal itu disampaikan Budi saat melepas ekspor koral hidup hasil budi daya PT Sri Kandi Aquarium di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 28 Agustus 2026. Pengiriman senilai USD 2.500 atau sekitar Rp41 juta tersebut ditujukan ke Amerika Serikat (AS).

“Produk koral budi daya memiliki potensi pasar yang baik, termasuk di pasar global. Kementerian Perdagangan dapat memberikan pendampingan khusus untuk produk kelautan seperti koral agar nilai jualnya lebih bagus dan produknya lebih menarik. Pendampingan ini adalah bagian dari upaya kami meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” ujar Mendag Busan.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan posisi Indonesia sebagai eksportir koral dunia cukup kuat. Sepanjang 2025, nilai ekspor koral Indonesia mencapai USD 18,12 juta dengan volume ekspor 9,55 ton.

Dengan capaian tersebut, Indonesia berada di posisi kedua dunia, di bawah Jepang yang menguasai pangsa 20,92 persen. Indonesia mencatat pangsa ekspor sebesar 12,68 persen.

BACA JUGA: Selamatkan Ekosistem Bawah Laut, Pemuda di Kutim Ini Lakukan Transplantasi Terumbu Karang

Adapun pasar utama ekspor koral Indonesia pada 2025 adalah Tiongkok dengan nilai USD 4,63 juta atau 25,57 persen dari total ekspor koral Indonesia.

Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 4,59 juta atau 25,37 persen. Selanjutnya, Vietnam sebesar USD 1,78 juta, Jerman USD 863 ribu, dan Inggris USD 846 ribu.

Kinerja tersebut menunjukkan komoditas koral masih memiliki ruang untuk dikembangkan, khususnya melalui budi daya yang dapat memberikan nilai tambah sekaligus memenuhi permintaan pasar internasional.

PT Sri Kandi Aquarium adalah salah satu pelaku usaha yang mengembangkan budi daya koral hias untuk pasar ekspor. Perusahaan tersebut membukukan nilai ekspor USD 450 ribu atau sekitar Rp7,8 miliar pada 2025.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait