5 Hari Potensi Awan Tak Terbentuk, BNPB RI Stop Operasi

Rabu 26-08-2026,08:32 WIB
Reporter : Setiawan
Editor : Hariadi

"Yang kekeringan bukan hanya Berau, tentu menunggu instruksi lagi. Kenapa sampai kami tiba di Berau, karena memang daerah ini menjadi prioritas," Ucap Tono.

BACA JUGA: Perkuat Penanganan Karhutla, PT Berau Coal dan Mitra Kerja Kerahkan Personel hingga Bantuan  Rp120 Juta

BACA JUGA: 385 Hektare Lahan Terbakar, BPBD Ungkap Alasan Belum Maksimalnya Pencegahan

Meski demikian, pihak BNPB tetap menaruh harapan besar agar dinamika atmosfer di langit Berau menunjukkan tren positif selama 5 hari ke depan, sehingga permasalahan kekeringan dan karhutla dapat segera teratasi.

"Semoga sesuai harapan. Awannya tumbuh di titik yang dibutuhkan," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengungkapkan bahwa OMC pada dasarnya adalah upaya mengoptimalkan awan yang tersedia.

“Modifikasi cuaca bukan membuat hujan, tetapi mengoptimalkan potensi awan yang tersedia. Apabila kondisi awan mendukung, penyemaian awan dilakukan sehingga mempercepat proses turunnya hujan serta bisa memperluas areanya,” jelas Budi di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin, 24 Agustus 2026.

BACA JUGA: Tangani Kemarau Ekstrem, Pesawat Modifikasi Cuaca Tiba di Berau

BACA JUGA: Usai OIKN Semai 800 Kg Garam, Hujan Turun di IKN dan Balikpapan

Dalam pelaksanaan OMC, petugas bukan hanya mempertimbangkan jumlah titik api yang terdeteksi, melainkan juga potensi hujan di wilayah sasaran. 

Kategori :