Suhud menjelaskan, penggabungan olahraga dengan festival tersebut merupakan hasil evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya.
Menurutnya, saat pelaksanaan awal pada 2022, aktivitas UMKM belum banyak menarik pengunjung. Kondisi itu kemudian menjadi bahan evaluasi penyelenggara untuk mengembangkan konsep kegiatan. “Kalau hanya olahraga saja, itu akan kurang menarik,” kata Suhud.
Dari evaluasi tersebut, penyelenggara mengembangkan Bayan Craft Art Festival dengan unsur kerajinan dan seni.
Istilah craft digunakan untuk mewakili kerajinan UMKM, sementara art mencakup berbagai bentuk pertunjukan dan ekspresi seni.
BACA JUGA: 1000 Bandeng Gratis Torani Beach Stalkuda Diserbu Warga, Ludes dalam Satu Jam
Penyelenggara juga menyediakan panggung yang beroperasi sepanjang rangkaian kegiatan dari siang hingga malam. Panggung tersebut akan diisi artis-artis lokal dari berbagai bidang seni.
Suhud mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan Bayan Open dan Bayan Craft Art Festival dapat disaksikan masyarakat secara gratis.
“Masyarakat bisa melihat olahraga, bisa belanja di UMKM, mendapat hiburan seni, maupun mengikuti kompetisi,” ujar Suhud.
Ia menilai pelaku olahraga, seni, dan UMKM membutuhkan ruang untuk menunjukkan kemampuan dan karya mereka. Karena itu, penyelenggara berupaya menggabungkan pertandingan, aktivitas UMKM, dan pertunjukan dalam satu rangkaian kegiatan.
BACA JUGA: Pertamina Tambah 5 Lokasi Penyaluran Pertalite di Balikpapan, Prioritas untuk Motor
“Kan UMKM butuh pembeli, seni butuh penonton. Kita siapkan panggung, kita bikin yang cukup menarik dan megah, dan masuknya gratis,” ujar Suhud.