Pujasera Bontang Kuala Kumuh, Ini Kata Neni

Jumat 21-08-2026,15:49 WIB
Reporter : Michael Fredy Yacob
Editor : Baharunsyah

"Jangan buang sampah sembarangan. Makanya harus dijaga," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga Pariwisata Ekonomi Kreatif (Dispopar Ekraf)  Bontang, Eko Mashudi mengatakan, terdapat sekitar 45 pedagang yang menempati lapak pujasera di pelataran Bontang Kuala.

Timnya juga telah menggelar rapat bersama para pedagang dan meminta mereka menandatangani surat pernyataan. 

“Sudah kita buat surat pernyataan bahwa tidak boleh jadi tempat tinggal. Kemudian harus menjaga kerapian,” kata Eko.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penggunaan tirai penutup lapak yang dinilai mengurangi estetika kawasan wisata.

Atas arahan Wali Kota, pihaknya diminta menyiapkan solusi, termasuk menyusun perencanaan dan penganggaran untuk menyeragamkan identitas setiap lapak di kawasan tersebut.

BACA JUGA:Cegah Keracunan MBG Terus Berulang, DPRD Bontang Agendakan Sidak SPPG secara Berkala

Selain penataan nama usaha, pihaknya juga berencana meningkatkan pencahayaan agar kawasan pujasera lebih menarik bagi wisatawan.

“Kami upayakan penerangannya lebih menarik. Seperti kalau kita wisata ke Borobudur, tempatnya rapi dan tertata." 

"Nah, pujasera pelataran BK juga harus bisa kita tata seperti itu. Karena ini aset pemerintah kota,” ujarnya.

Eko menambahkan, pihaknya juga mengupayakan agar lapak tidak lagi menggunakan penutup. 

Namun jika memang diperlukan, model penutup akan diseragamkan agar tampilan kawasan tetap rapi.

Adapun untuk pengamanan kawasan, Dispopar akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan guna memastikan keamanan di kawasan wisata Bontang Kuala tetap terjaga. 

“Kami akan segera menegur pedagang yang tidak mengikuti aturan yang sudah disepakati,” terangnya. 

Kategori :