Diserang, Difitnah, Gianni Diam, Tapi FIFA Pasang Badan

Senin 10-08-2026,12:47 WIB
Reporter : Baharunsyah
Editor : Baharunsyah

 

SAMARNDA, NOMORSATUKALTIM -  FIFA mengeluarkan pernyataan keras terkait apa yang mereka sebut sebagai “upaya terorganisir dan berkelanjutan” untuk melemahkan posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.

Pernyataan tersebut disampaikan badan sepak bola dunia itu pada Sabtu, 8 Agustus 2026 setelah muncul sejumlah pemberitaan di media Inggris yang menyoroti kehidupan pribadi Infantino.

Salah satu laporan datang dari The Daily Telegraph yang mengklaim bahwa UEFA pernah melakukan pembayaran kepada seorang mantan karyawan setelah yang bersangkutan menjalin hubungan asmara dengan Gianni Infantino ketika pria asal Swiss itu masih menjabat sebagai sekretaris jenderal UEFA.

Namun, tuduhan tersebut telah dibantah oleh Infantino. FIFA juga menolak laporan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar.

Perkembangan ini muncul ketika tekanan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino semakin meningkat.

Perselisihan mengenai masa depan kepemimpinan FIFA ikut mengemuka setelah upaya Infantino untuk menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia dan turnamen-turnamen lainnya mengalami kegagalan.

BACA JUGA:Veda Ega Pratama Menjauh dari Hakim Danish di Klasemen Rookie Moto3 2026

UEFA menjadi salah satu pihak yang mendesak Infantino untuk mundur dari jabatannya.

Situasi tersebut kemudian berujung pada pertemuan darurat di Maroko. Dalam pertemuan itu, jajaran pimpinan FIFA kembali menegaskan dukungan mereka terhadap Infantino.

Meski mengeluarkan pernyataan keras, FIFA tidak menyebut secara spesifik siapa pihak yang mereka tuduh berusaha melemahkan posisi presidennya.

FIFA juga tidak merinci laporan maupun tuduhan tertentu yang menjadi dasar pernyataan tersebut.

“Mereka yang tidak mendapat dukungan dari asosiasi anggota FIFA seharusnya tidak berusaha mencapai tujuan melalui tuduhan, sindiran, atau informasi yang keliru—sesuatu yang tidak dapat mereka capai melalui proses demokratis FIFA yang telah ditetapkan,” ujar FIFA.

Badan sepak bola dunia tersebut juga menilai sejumlah pemberitaan terbaru memuat “pernyataan tanpa bukti dan klaim yang terbukti salah” mengenai FIFA dan presidennya.

FIFA menegaskan akan mengambil sikap terhadap informasi yang dianggap tidak akurat atau menyesatkan. "Langsung dan tegas,” menjadi sikap yang ditegaskan FIFA dalam menghadapi pemberitaan semacam itu.

FIFA Tegaskan Pemilihan Presiden Harus Sesuai Statuta

FIFA juga memperingatkan bahwa mereka tidak akan mendukung, memfasilitasi maupun menoleransi proses pemilihan presiden yang dianggap tidak sesuai dengan statuta organisasi.

BACA JUGA:Hasil MotoGP Inggris 2026: Raul Fernandez Tercepat, 2 Pembalap Aprilia Lainnya Juga Naik Podium

Proses tersebut, menurut FIFA, harus tetap mengikuti prosedur demokratis dan kerangka tata kelola yang berlaku.

“Presiden FIFA dipilih secara demokratis oleh asosiasi anggota FIFA dan terus menjalankan tugasnya berdasarkan mandat dari mereka,” demikian bunyi pernyataan FIFA.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa FIFA ingin memastikan proses politik internal organisasi tetap berjalan berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan.

BACA JUGA:Gagal ke Semifinal Piala AFF, John Herdman Bidik FIFA ASEAN

Persoalan ini turut membayangi langkah Gianni Infantino untuk mendapatkan masa jabatan berikutnya dalam Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang.

Sampai saat ini belum muncul kandidat yang benar-benar jelas untuk menjadi penantang Infantino. Namun, tekanan terhadap presiden FIFA tersebut terus berkembang.

UEFA secara terbuka menyatakan tidak lagi menaruh kepercayaan kepada Infantino. Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, bahkan pada Jumat mendesak Infantino untuk mundur.

Klaveness menilai Infantino sudah tidak memiliki kepercayaan institusional yang diperlukan untuk memimpin FIFA.

CAF dan CONMEBOL Dukung Gianni Infantino

Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menjadi salah satu pendukung utama Infantino.

Pada Kamis, CAF secara bulat menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Infantino.

Sementara itu, konfederasi sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL, menolak upaya untuk menggulingkan Infantino apabila proses tersebut tidak dilakukan melalui pemungutan suara yang melibatkan seluruh anggota FIFA.

Dukungan tersebut menjadi modal penting bagi Infantino di tengah meningkatnya tekanan politik menjelang Kongres FIFA.

BACA JUGA:Laga Timnas Indonesia vs Singapura Diwarnai Kontroversi, John Herdman Enggan Komentar

Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) juga menyatakan dukungan kepada Infantino.

Sikap FMF muncul meskipun konfederasi regionalnya, CONCACAF, sebelumnya menyerukan adanya “evaluasi menyeluruh” terhadap masa kepemimpinan Infantino.

FMF menegaskan bahwa mereka hanya akan mengakui proses yang berlangsung sesuai dengan kerangka institusional FIFA.

“FMF tidak akan mengakui ataupun menyetujui proses apa pun yang diselenggarakan di luar kerangka institusional tersebut,” demikian pernyataan Federasi Sepak Bola Meksiko.

Masa Depan Infantino Masih Jadi Perhatian

BACA JUGA:Menangi Race 1 SS600 di ARRC 2026 Mandalika, Wahyu Nugroho: Beryukur Bersamaan Momen HUT Ke-81 RI

Setelah pertemuan di Maroko pada pekan lalu, FIFA juga menyampaikan permintaan maaf kepada 211 asosiasi anggotanya atas kesalahan dalam menangani proposal tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, jajaran pimpinan FIFA kembali menyatakan dukungan penuh kepada Gianni Infantino.

Dengan dukungan dari CAF, CONMEBOL, FMF dan sejumlah anggota FIFA lainnya, posisi Infantino untuk saat ini masih mendapatkan fondasi yang kuat.

Namun, tekanan dari UEFA dan sejumlah tokoh sepak bola Eropa menunjukkan bahwa perjalanan menuju Kongres FIFA bulan Maret mendatang masih berpotensi berlangsung panas

Kategori :