Empat Laga Dalam 11 Hari, Jadwal Padat Nations League Bikin Xavi Hernandez Geram
Pelatih Timnas Belanda, Xavi Hernandez-istimewa-
NOMORSATUKALTIM – Pelatih Timnas Belanda, Xavi Hernandez mengkritik padatnya jadwal UEFA Nations League yang memaksa timnya menjalani empat pertandingan internasional hanya dalam 11 hari.
Menurut Xavi, kepadatan jadwal tersebut berpotensi meningkatkan risiko cedera pemain. Dampaknya juga dapat dirasakan klub yang harus menerima kembali pemain dalam kondisi tidak fit setelah menjalani tugas bersama tim nasional.
“Jadwal ini tidak bagus. Bukan untuk tim nasional dan bukan pula untuk klub yang melepas pemain mereka dan terkadang harus menerima mereka kembali dalam kondisi cedera,” kata Xavi, dikutip dari Antara pada Minggu (4/10/2026)
Pernyataan itu disampaikan Xavi menjelang laga Grup A2 UEFA Nations League menghadapi Serbia di Eindhoven, Senin (5/10/2026).
BACA JUGA:Timnas Indonesia Makin Tajam, Ole Romeny Peringatkan Thailand Jelang Laga Final FIFA ASEAN Cup 2026
Belanda menjadi salah satu tim yang harus menjalani rangkaian empat pertandingan dalam jeda internasional kali ini.
Format jadwal tahun ini berbeda dari agenda sebelumnya. Jika pada September dan Oktober biasanya terdapat dua jeda internasional dengan masing-masing dua pertandingan, FIFA menggabungkannya menjadi satu rangkaian.
Kondisi tersebut membuat sejumlah tim nasional harus menjalani empat pertandingan dalam periode yang lebih singkat.
Belanda merasakan langsung dampaknya. Menjelang pertandingan melawan Serbia, Xavi hanya memiliki 23 pemain yang berada dalam kondisi fit.
BACA JUGA:FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Tambahan Waktu 7 Menit di Laga Indonesia vs Bangladesh
Sejumlah pemain bahkan harus meninggalkan skuad karena cedera. Brian Brobbey, Lutsharel Geertruida, Cody Gakpo, dan Jan Paul van Hecke mengalami masalah kebugaran dalam tiga pertandingan terakhir dan telah kembali ke klub masing-masing untuk menjalani pemulihan.
Xavi menilai kepadatan tersebut tidak ideal karena terjadi hanya beberapa bulan setelah Piala Dunia.
“Menjadwalkan kalender yang begitu padat hanya tiga bulan setelah Piala Dunia sama saja mencari masalah,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut.
Beban pemain juga tidak hanya berasal dari pertandingan. Mereka harus menjalani sesi latihan, melakukan perjalanan antarnegara, serta mendapatkan waktu pemulihan yang cukup sebelum kembali bertanding.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
