Sementara itu, dalam rapat di Hambalang, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri turut melaporkan perkembangan program mandatory Biodiesel 50 persen (B50) yang telah diluncurkan pada Juli 2026.
BACA JUGA: Tiga Dekade Kudatuli, Budiono: Demokrasi Tak Boleh Kembali Dibatasi
BACA JUGA: SMRC: Kepuasan Publik Terhadap Prabowo Merosot dalam 9 Bulan Terakhir
Simon juga menyampaikan kesiapan infrastruktur Pertamina dalam menjalankan program mandatory bio-ethanol yang menjadi bagian dari agenda pemerintah di sektor energi.
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi; Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin; Kepala Badan Intelijen Negara, M. Herindra; serta Kepala Sekretariat Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.