SURABAYA, NOMORSATUKALTIM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan mengevaluasi operator KM Mutiara Sentosa II setelah proses investigasi penyebab kebakaran kapal tersebut rampung dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Langkah itu diambil karena insiden kebakaran yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, bukan kali pertama dialami kapal tersebut.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan hasil investigasi KNKT akan menjadi dasar pemerintah untuk menentukan tindak lanjut terhadap operator kapal.
Evaluasi tidak hanya difokuskan pada penyebab insiden terbaru, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran guna meningkatkan keselamatan pelayaran.
BACA JUGA: KM Mutiara Sentosa II Rute Surabaya-Makassar Terbakar: 5 Penumpang Meninggal, 225 Selamat
"Kami akan evaluasi, tapi yang paling penting akan lihat dulu sebab-sebabnya dari KNKT. Ini menjadi 'lesson learned' buat kita dan evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan," katanya, dilansir dari Antara, Senin (3/8/2026).
Selain mengevaluasi operator kapal, Kemenhub masih memprioritaskan proses pencocokan data manifes dengan jumlah korban yang berhasil dievakuasi.
Hingga Senin dini hari, proses tersebut masih berlangsung karena masih ada kapal penyelamat yang belum tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Dudy menjelaskan, adanya perbedaan antara data manifes dan jumlah penumpang yang ditemukan di lapangan dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya ialah penumpang yang membatalkan perjalanan, tetapi datanya belum diperbarui dalam manifes.
BACA JUGA: Nelayan Kutim Hilang Saat Memancing, Pencarian Diperluas hingga 119 NM² di Perairan Muara Berau
Di sisi lain, petugas juga menemukan 5 anak yang belum tercatat dalam daftar manifes. Temuan tersebut menjadi perhatian pemerintah dan akan masuk dalam evaluasi terhadap penyelenggara pelayaran.
Menurut Dudy, pencatatan seluruh penumpang secara akurat sangat penting untuk menjamin hak korban apabila terjadi kecelakaan. Data manifes yang valid juga menjadi acuan dalam penyediaan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung yang sesuai untuk anak-anak.
Ia menambahkan, proses pencocokan antara data manifes dan jumlah korban yang telah dievakuasi masih terus dilakukan agar seluruh penumpang dapat dipastikan teridentifikasi.
Sementara itu, proses evakuasi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II masih berlangsung. Sebanyak 113 korban, terdiri atas 111 orang selamat dan dua korban meninggal dunia, telah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak menggunakan KM Meratus Pematang Siantar pada Minggu malam, 2 Agustus 2026.
BACA JUGA: Rumah di Pesisir Pantai Balikpapan Roboh Dihantam Gelombang Besar, 17 Warga Terdampak