Sekaligus meningkatkan kekuatan organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Konsolidasi internal juga menjadi perhatian agar mesin partai semakin solid menghadapi berbagai kontestasi politik berikutnya.
Sementara itu, Andi Satya Adi Saputra menyatakan kesiapannya apabila memperoleh mandat dari mayoritas pemegang hak suara dalam forum Musda.
BACA JUGA:Tiga Dekade Kudatuli, Budiono: Demokrasi Tak Boleh Kembali Dibatasi
Ia menegaskan seluruh keputusan berada di tangan peserta Musda sehingga dirinya memilih menghormati mekanisme organisasi.
"Musda ini tergantung dukungan dari pemegang suara. Apabila nanti pemilik suara memberikan mandat dan amanat, ya kita siap," kata Andi Satya.
Meski menjadi satu-satunya bakal calon yang mengembalikan berkas pencalonan, Andi Satya belum ingin berbicara jauh mengenai implikasi politik dari hasil Musda terhadap Pilkada Samarinda 2031.
Menurutnya, pembahasan tersebut masih terlalu dini, karena fokus utama saat ini adalah konsolidasi internal partai.
Belakangan memang berkembang anggapan bahwa posisi Ketua DPD Partai Golkar Samarinda akan menjadi modal politik bagi figur yang ingin maju pada Pilwali mendatang.
Isu tersebut muncul seiring besarnya peran partai dalam menentukan arah koalisi dan pencalonan kepala daerah.
BACA JUGA:SMRC: Kepuasan Publik Terhadap Prabowo Merosot dalam 9 Bulan Terakhir
Menanggapi hal itu, Andi Satya menegaskan dirinya belum memiliki rencana politik menuju Pilwali Samarinda 2031.
Ia memilih memusatkan perhatian pada proses Musda dan kesiapan menjalankan amanat organisasi apabila dipercaya memimpin Partai Golkar Kota Samarinda.
"Sekarang ini baru tahun 2026. Kalau bicara wali kota masih 2031, lima tahun lagi," kata Andi Satya.
Meski begitu ia tidak menutup kemungkinan akan maramaikan bursa pilwali, manakala partai menghendaki. Tapi, untuk saat ini, ia mengaku belum ada pikiran ke arah sana.