Kemudian mengoptimalkan potensi air baku dari Kecamatan Waru, serta menjangkau wilayah terpencil yang belum terakses jaringan perpipaan primer melalui sistem penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).
BACA JUGA:Disdikpora PPU Belum Terapkan Ijazah Elektronik Tahun Ini, Masih Nunggu Juknis Pusat
Direktur Perumda AMDT, Abdul Rasyid, memaparkan bahwa pengembangan jaringan distribusi akan difokuskan ke wilayah Waru, Babulu, dan Penajam.
Di samping itu, penanganan risiko kekeringan dan skema kemudahan bagi pelanggan baru juga menjadi perhatian.
Selain program pemasangan SR gratis, Perumda AMDT menyalurkan subsidi tarif bagi lima kategori penerima manfaat.
"Yakni MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), rumah ibadah, yayasan, panti asuhan dan posyandu," ucapnya.
BACA JUGA:RSUD Sepaku Berbenah, Bangun Gedung Baru 4 Lantai dengan Fasilitas Diperbarui
Masyarakat umum yang ingin menjadi pelanggan baru juga diberikan kemudahan berupa skema cicilan biaya pemasangan. Sementara di kawasan terdekat dengan Ibu Kota Nusantara, Perumda AMDT bersinergi dengan OIKN untuk mengintegrasikan jaringan air minum di Kecamatan Sepaku serta mengembangkan SPAM lokal dan regional Long Kali.
"Selain itu program penanganan bencana dan risiko bahaya kekeringan, langkah antisipatif dan respons cepat untuk memastikan ketersediaan air bersih saat kondisi darurat dan resiko kekeringan," tutup Rasyid.