Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas BPPTKG Mencatat Awan Panas Meluncur Sejauh 2 Kilometer

Jumat 10-07-2026,17:32 WIB
Reporter : Tri Romadhani
Editor : Tri Romadhani

YOGYAKARTA, NOMORSATUKALTIM Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat setelah terjadi awan panas guguran (APG) pada Jumat (10/7/2026) pagi.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas meluncur sejauh 2.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih, sementara status gunung api tersebut masih berada pada Level III (Siaga).

Dilansir dri Disway Johgja, Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan awan panas guguran terjadi pada pukul 08.31 WIB dengan amplitudo maksimum mencapai 34,08 milimeter dan durasi 137,4 detik.

"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 08.31 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih)," ujar Agus.

BACA JUGA:PPDB Sekolah Swasta Sedikit Peminat, DPRD Kutim Minta Pemerintah Jangan Diam

Seiring meningkatnya aktivitas Merapi, BPPTKG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan bencana maupun di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Warga juga diminta terus mematuhi seluruh rekomendasi resmi yang dikeluarkan Badan Geologi guna menghindari risiko bencana.

Berdasarkan laporan pengamatan periode 10 Juli 2026 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, kondisi puncak Merapi terpantau cerah dengan angin bertiup lemah ke arah timur.

Asap kawah berwarna putih terlihat tipis dengan ketinggian sekitar 25 meter di atas puncak.

BACA JUGA:Makna Dhuaja Satya Sakunta Loka, Simbol Kehormatan Brimob Kaltim yang Kini Beralih ke Ronny Suseno

Dalam periode pengamatan tersebut, aktivitas kegempaan masih tergolong tinggi. BPPTKG mencatat sebanyak 29 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 26 milimeter dan durasi 65,21–191,58 detik.

Selain itu, terjadi 18 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo berkisar 2 hingga 38 milimeter.

Petugas pengamatan juga merekam 10 kali guguran lava yang mengarah ke barat daya melalui Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Menurut BPPTKG, hasil pemantauan menunjukkan suplai magma ke tubuh Gunung Merapi masih berlangsung sehingga potensi guguran lava dan awan panas guguran masih dapat terjadi sewaktu-waktu di dalam kawasan potensi bahaya.

Untuk sektor selatan hingga barat daya, potensi ancaman meliputi guguran lava dan awan panas di Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga tujuh kilometer.

Kategori :