Ternyata Kecamatan Palaran Disiapkan Jadi Pusat Industri di Samarinda
DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra.-Ari Rachiem-Disway Kaltim
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Kecamatan Palaran diproyeksikan menjadi kawasan pusat industri terbesar di Kota Samarinda dalam 20 tahun mendatang.
Rencana tersebut tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK) Samarinda 2025–2045 yang saat ini masih dibahas DPRD Kota Samarinda sebagai pedoman pengembangan industri jangka panjang.
Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra mengatakan, dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK) 2025–2045, selain menetapkan Palaran sebagai kawasan utama, Raperda juga mengatur pengembangan kawasan industri di beberapa kecamatan lain, seperti Sambutan dan Sungai Kunjang.
Namun, skala pengembangannya akan lebih kecil dibandingkan Palaran yang dinilai memiliki ketersediaan lahan paling luas dan paling siap mendukung pertumbuhan industri di masa depan.
"Perencanaan besarnya ada di Palaran karena lahannya masih banyak dan potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan industri," ujarnya pada Jumat (10/7/2026).
BACA JUGA:Enam Anak Tersengat Ubur-Ubur di Pantai PPU, Dua Dilarikan ke Rumah Sakit
Menurut Samri, penyusunan RPIK menjadi langkah penting agar arah pembangunan industri di Samarinda memiliki kepastian hingga dua dekade ke depan.
Regulasi tersebut akan menjadi acuan pemerintah daerah dalam menentukan kawasan industri sekaligus memberikan kepastian kepada investor yang ingin menanamkan modalnya di Samarinda.
Ia menjelaskan, Palaran dipilih sebagai pusat pengembangan karena masih memiliki cadangan lahan yang luas sehingga memungkinkan pembangunan kawasan industri secara berkelanjutan.
Lokasi tersebut juga dinilai lebih mudah dikembangkan dibandingkan kawasan lain yang telah lebih padat dengan permukiman penduduk.
Samri mengatakan, kawasan industri di Palaran nantinya akan diarahkan untuk menampung berbagai sektor industri unggulan daerah.
BACA JUGA:Babysitter di Samarinda Curi Perhiasan Majikan Senilai Rp300 Juta, Dijual Bertahap ke Luar Kaltim
Beberapa di antaranya meliputi industri makanan, minuman, hingga sektor pengolahan yang mampu memberikan nilai tambah terhadap potensi lokal.
Selain itu, produk khas daerah seperti Sarung Samarinda juga masuk dalam rencana pengembangan industri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
