BONTANG, NOMORSATUKALTIM- RSUD Taman Husada Bontang terpaksa harus memangkas sejumlah program akibat tekanan fiskal yang dialami Pemkot Bontang. Penyesuaian program itu dilakukan sebagai upaya menjaga keberlanjutan layanan kesehatan.
Direktur RSUD Taman Husada, dr Suhardi mengatakan, saat ini struktur pembiayaan rumah sakit ditopang oleh 2 sumber utama, yakni APBD dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Komposisi pembiayaannya relatif seimbang.
“Komposisinya sekitar 50-50. Semua anggaran itu untuk ASN dan P3K, khususnya P3K, penggajiannya masih ditanggung oleh pemerintah kota,” katanya, Senin, 6 Juli 2026.
Namun, dalam kondisi efisiensi anggaran, alokasi APBD untuk mendukung kegiatan rumah sakit mengalami penurunan.
BACA JUGA: RSUD Taman Husada Bontang Butuh Tambahan Tempat Tidur untuk Pasien Rawat Inap
BACA JUGA: RSUD Aji Muhammad Idris Muara Badak Mulai Beroperasi, Bupati Kukar: Layani Warga Pesisir
Akibatnya, sebagian besar operasional RSUD kini bergantung pada pendapatan BLUD. “Dengan kondisi tekanan fiskal sekarang, kontribusi APBD tidak banyak. Jadi operasional lebih banyak kami topang dari BLUD,” jelasnya.
Dampak dari keterbatasan anggaran tersebut cukup terasa, terutama pada kegiatan yang bersifat rutin. RSUD Taman Husada terpaksa memangkas sejumlah program, termasuk perjalanan dinas yang kini dibatasi secara ketat.
“Perjalanan dinas sudah dipotong habis-habisan. Kami benar-benar selektif dalam penggunaan anggaran,” kata Suhardi.
Selain itu, program pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga mengalami penyesuaian. Untuk menekan biaya, RSUD lebih mengutamakan pelatihan internal atau in house training dibandingkan mengirim pegawai mengikuti pelatihan di luar daerah.
BACA JUGA: Atasi Lonjakan Pasien, Bontang Siapkan Puskesmas 24 Jam dan Fungsikan Rumah Sakit Tipe D
BACA JUGA: Pembangunan RSUD Gerbang Sehat Mahulu Dipercepat, Perkuat Layanan Kesehatan di Wilayah Perbatasan
“Pengembangan SDM tetap berjalan, tapi kami arahkan ke pelatihan internal agar lebih efisien,” tambahnya.
Efisiensi juga diterapkan pada belanja operasional lainnya, seperti penggunaan bahan bakar. RSUD kini memprioritaskan kebutuhan yang bersifat mendesak, seperti operasional genset dan kendaraan dinas.
Meski harus memangkas sejumlah program, manajemen RSUD memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Berbagai langkah efisiensi dilakukan tanpa mengurangi kualitas layanan kesehatan.