"Yang akan kami petakan adalah pelatihan apa yang benar-benar bisa memberikan kesempatan orang untuk bekerja atau berusaha," ujarnya.
BACA JUGA: Wawali Balikpapan: SiLPA Rp479 Miliar Bukan karena Anggaran Tak Terserap
BACA JUGA: 2.233 Guru Diangkat Jadi PPPK, Kekurangan Pengajar di Balikpapan Belum Teratasi
Selain meningkatkan kompetensi peserta, Disnaker juga ingin pelatihan yang diberikan memiliki dampak berkelanjutan.
Peserta diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menularkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di sekitarnya sehingga manfaat program dapat berkembang lebih luas.
Evaluasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas belanja pemerintah di sektor ketenagakerjaan.
Dengan pendekatan berbasis kebutuhan pasar, program pelatihan diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan bersertifikat, tetapi benar-benar mampu memperbesar peluang masyarakat memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha mandiri.