Sugeng Chairuddin. (dok) Samarinda,DiswayKaltim.com - Tidak semua proyek pembangunan dan penataan permukiman disetujui oleh pemkot. Terlebih jika bertolakbelakang dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) kota. Hal demikian ditegaskan Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin. Proyek yang mendapat sorotan adalah Sungai Karang Mumus (SKM). Terutama daerah Gunung Lingai, Lempake, Samarinda Utara. Rencananya, Dinas Perumahan dan Permukiman (perkim) Samarinda berencana menata perumahan kumuh di sepanjang SKM. Tapi Sugeng mengingatkan. “Gunung Lingai itu tidak direkomendasikan oleh BWS (Balai Wilayah Sungai) BWS,” tegasnya. Kata Sugeng, sesuai RTRW di daerah Samarinda Utara tidak tepat dibangunkan perumahan. Sebab, kawasan itu dipersiapkan menjadi daerah tangkapan air. Tujuannya untuk mengurangi volume air saat banjir. “Kalau dibangun, itu akan berdampak pada perumahan sekitarnya, seperti Griya Mukti,” bebernya. Tak hanya BWS. Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda pun tidak merekomendasikan. Adanya proyek pembangunan pemukiman di daerah itu. Sebab akan berpotensi memicu kemacetan. Sugeng menyarankan agar Perkim jangan asal membuat perencanaan sehingga tidak memicu persoalan baru. “Sebaiknya buat perencanaan tapi jangan timbulkan masalah. Soal kebutuhan anggaran nanti akan coba dialokasikan,” jelasnya. Diberitakan sebelumnya, kawasan permukiman di Samarinda perlu ditata. Agar tidak menumpuk di satu titik. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 142 miliar hingga 2021 mendatang. (m4/boy) baca juga: Atur Permukiman di Samarinda, Perkim Butuh Rp 142 Miliar
Perumahan dan Permukiman Harus Ikuti RTRW
Senin 20-04-2020,01:04 WIB
Reporter : bayong
Editor : bayong
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 09-06-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 9 Juni 2026, BMKG Keluarkan Peringatan Dini!
Selasa 09-06-2026,08:32 WIB
Sempat Tetapkan Tersangka, Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Kubar Kini Dihentikan
Senin 08-06-2026,22:45 WIB
DPRD Balikpapan Buka Wacana Bentuk Satgas Pengawasan Solar Usai Sidak SPBU
Senin 08-06-2026,21:39 WIB
Terkait Honorer dan PPPK, Mendagri: Jangan Rekrut Pegawai Baru dan Jangan Berhentikan yang Sudah Ada
Selasa 09-06-2026,10:00 WIB
Produksi Daging Kaltim Rendah, Hetifah Sebut Kuncinya di SDM Bukan Cuma Jumlah Ternak
Terkini
Selasa 09-06-2026,21:10 WIB
Jamaah Haji Kaltim yang Wafat di Tanah Suci Total 6 Orang, 2 Kloter Sudah Kembali ke Tanah Air
Selasa 09-06-2026,20:40 WIB
Lahan Berubah Fungsi Jadi Kebun dan Tambang, Masyarakat Kedang Ipil Kukar Usul Penetapan Hutan Adat
Selasa 09-06-2026,20:10 WIB
Pemkot Samarinda Batasi Pasar Murah Agar Tak Ganggu Aktivitas Perdagangan Lokal
Selasa 09-06-2026,19:40 WIB
Bosda dari APBD PPU Tahun 2026 Rp31 Miliar, Bisa untuk Gaji Guru Honorer
Selasa 09-06-2026,19:15 WIB