BERAU, NOMORSATUKALTIM – Pemkab Berau terus mendorong penguatan sektor ekonomi di tengah tren penurunan ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat.
Salah satu langkah yang didorong yakni memperkuat peran pemuda melalui kolaborasi organisasi kepemudaan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai organisasi kepemudaan yang berada di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), memiliki potensi besar untuk ikut mengambil peran dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak, khususnya generasi muda, untuk menghadirkan inovasi dan kreativitas yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dari sektor riil.
BACA JUGA:Wabup Berau Harap Proyek Kereta Api Trans Kalimantan Bisa Dilanjutkan
“Saran saya, masukan saya kepada seluruh pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan di bawah Dispora, ayo sama-sama kita melakukan kolaborasi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Gamalis saat ditemui, Minggu 10 Mei 2026.
Ia mengatakan, tren ekonomi masyarakat saat ini menunjukkan kecenderungan menurun. Karena itu, dibutuhkan sektor yang mampu bertahan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Dalam pandangannya, UMKM menjadi salah satu sektor paling kuat yang telah terbukti mampu bertahan di tengah berbagai tekanan ekonomi, termasuk saat Indonesia mengalami krisis moneter pada 1998 silam.
BACA JUGA:Disbudpar Berau Bidik Event Lari Jadi Magnet Promosi Wisata Baru
“Dari dulu yang namanya UMKM ini selalu menjadi kekuatan ekonomi yang bertahan. Ketika krisis ekonomi tahun 1998 terjadi, yang tetap bertahan itu hanya UMKM,” katanya.
Gamalis menilai kondisi tersebut masih relevan hingga saat ini.
Terlebih, struktur ekonomi Berau yang selama ini cukup bergantung pada sektor pertambangan mulai menghadapi tantangan akibat penurunan kontribusi sektor tersebut terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Ia menyebut, kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB Berau terus mengalami penurunan. Kondisi itu, kata dia, berpotensi berdampak terhadap meningkatnya angka pengangguran apabila tidak diantisipasi sejak dini.
“PDRB kita dari sektor tambang mau tidak mau, suka tidak suka, hari ini sudah semakin menurun dari 62 persen. Ketika sektor pertambangan turun, otomatis sektor-sektor pengangguran juga akan terus meningkat. Maka dari itu UMKM jawabannya,” tegasnya.
BACA JUGA:Petugas Rutan Tanjung Redeb Temukan Badik hingga Obeng di Dalam Sel Warga Binaan