Polres Kutim Matangkan Dapur SPPG, Targetkan 3.000 Porsi Makanan per Hari

Minggu 10-05-2026,12:00 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Tri Romadhani

KUTAI TIMUR, NOMORSATUKALTIM Polres Kutai Timur terus mematangkan kesiapan operasional Dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Kemala Bhayangkari yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Sangatta Utara.

Kesiapan tersebut sebelumnya telah diuji melalui simulasi operasional dapur yang dilaksanakan pada Jumat (8/5/2026) sebagai bagian dari tahapan akhir sebelum resmi beroperasi pada 11 Mei 2026.

Dalam kegiatan itu, seluruh tahapan operasional diuji secara menyeluruh mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pencucian, pengolahan makanan, pengemasan hingga proses distribusi kepada penerima manfaat.

Tak hanya fokus pada alur kerja, pengecekan juga dilakukan terhadap standar higienitas dan keamanan pangan di area dapur.

BACA JUGA:Jaminan Hukum di Tengah Deru Pembangunan IKN, Ratusan Warga PPU Terima Lahan Reforma Agraria Tahap II

Seluruh petugas diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap selama proses pengolahan makanan berlangsung.

Wakapolres Kutim KOMPOL Ahmad Abdullah mengatakan simulasi tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh sistem pelayanan berjalan maksimal saat resmi diluncurkan nanti.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari kesiapan teknis sekaligus evaluasi awal agar seluruh sistem dapat berjalan optimal ketika dapur mulai beroperasi,” ujarnya saat di konfirmasi.

Pada tahap awal operasional, Dapur SPPG Polres Kutim ditargetkan melayani sebanyak 1.410 penerima manfaat setiap hari.

BACA JUGA:Prediksi Persija vs Persib di Segiri Hari Ini: El Clasico Indonesia Bisa Tentukan Juara BRI Super League

Namun ke depan, kapasitas pelayanan akan terus ditingkatkan seiring kesiapan fasilitas dapur modern dan sistem pengelolaan yang telah disiapkan secara terstandarisasi.

“Dapur SPPG ini diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 2.500 hingga 3.000 porsi makanan per hari. Karena itu seluruh kesiapan harus benar-benar matang,” kata Ahmad.

Selain simulasi operasional, kegiatan juga dirangkai dengan food testing atau pengujian makanan bersama jajaran Polres Kutim dan Bhayangkari.

Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang akan disalurkan kepada masyarakat memenuhi standar gizi, aman dikonsumsi, dan memiliki kualitas yang layak.

BACA JUGA:Waspada Hantavirus! Kenali Gejala dan Cara Mencegah Virus Mematikan dari Tikus

Kategori :