BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Krisis tenaga pengajar terus membayangi dunia pendidikan di Kota Taman.
Karena, banyak yang sudah memasuki masa pensiun. Walau tidak semua sekolah akan merasakan dampaknya.
Salah satu sekolah yang akan merasakan dampaknya adalah SDN 001 Bontang Selatan.
Sekolah itu kini sedang mencari cara agar proses tetap berjalan lancar saat beberapa tenaga pengajar akan mengakhiri masa tugasnya tahun ini.
BACA JUGA: Orang Tua Makin Selektif Pilih Daycare, Sertifikasi jadi Penilaian
Kepala SDN 001 Bontang Selatan, Novita Susyati mengungkapkan, tahun ini, sedikitnya ada lima guru yang akan pensiun.
Diantaranya, guru pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dan empat lainnya adalah guru kelas.
Untuk menutupi kekurangan tersebut, pihak sekolah melakukan berbagai langkah darurat.
Salah satunya dengan rencana mendatangkan guru yang memiliki kelebihan tenaga pengajar. Misalnya saja dari SDN 011 Bontang Selatan.
BACA JUGA: Guru Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri Mulai 2027, Bontang Minta Diskresi
“Di sana banyak guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Rencananya, untuk guru PJOK, kita akan minta bantuan dari sekolah tersebut untuk mengajar di sekolah kita,” katanya saat dihubungi, Sabtu, 9 Mei 2026.
Sementara itu, kekosongan empat guru kelas saat ini ditangani oleh guru pengganti. Honor guru tersebut akan diambil dari dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
“Kami tidak ingin proses belajar dan mengajar di sekolah kita terganggu,” ucapnya.
Menurut Novita, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah.
BACA JUGA: Jargas Bontang Hampir Rampung, 85,6 Persen dari 10.533 Sambungan Sudah Terpasang