Jalan Permanen Bengalon–Batu Ampar Rampung, Jalur Logistik Lebih Ringkas

Jumat 08-05-2026,13:04 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Baharunsyah

KUTIM, NOMORSATUKALTIM –  Jalur pengalihan permanen Simpang Perdau, Kecamatan Bengalon menuju Kecamatan Batu Ampar segera berfungsi. 

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman pun turun langsung meninjau kondisi terkini proyek jalan tersebut, untuk memastikan kesiapan jalur sebelum dibuka bagi masyarakat umum. 

Peninjauan dilakukan bersama sejumlah pihak terkait di lapangan. 

Jalur alternatif itu dibangun dengan total panjang mencapai 22,05 kilometer. 

Rinciannya terdiri atas jalan pengalih sementara sepanjang 3,45 kilometer dan jalan utama permanen sepanjang 18,6 kilometer yang kini telah selesai dikerjakan. 

BACA JUGA:SPBU di Sangatta Disidak, Polisi Temukan Pengisian BBM Subsidi Berulang

Menurut Ardiansyah, keberadaan jalan tersebut sangat penting karena menjadi akses penghubung utama antar-kecamatan sekaligus mendukung mobilitas antarwilayah di Kutai Timur. 

Infrastruktur itu juga dinilai memiliki peran besar dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. 

“Pembangunan jalan ini bukan hanya soal akses transportasi, tetapi bagaimana manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Ardiansyah saat di konfirmasi. 

Proyek peningkatan jalan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta. Dalam pelaksanaannya, PT Kaltim Prima Coal (KPC) turut mendukung pembangunan, sementara pekerjaan teknis di lapangan ditangani oleh PT Wijaya Karya (WIKA). 

Saat ini proses semenisasi jalan telah mencapai 100 persen. Dengan peningkatan kualitas konstruksi menjadi permanen, jalur tersebut diharapkan mampu bertahan lebih lama dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan. 

BACA JUGA:RPIK Kutim Didorong Percepat Hilirisasi, Wabup Soroti Minimnya Industri Pengolahan

Meski demikian, Bupati masih memberikan sejumlah catatan teknis yang perlu segera disempurnakan sebelum jalur resmi dioperasikan. 

Salah satu yang menjadi perhatian utama ialah sistem drainase dan kemiringan badan jalan. 

“Saya meminta kemiringan jalan benar-benar diperhatikan supaya air tidak menggenang. Jika drainase buruk, kerusakan jalan bisa lebih cepat terjadi,” tegasnya. 

Kategori :