SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan (HMPKn) Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Unmul menggelar Gebyar Civic Education XV dengan tema membangun semangat belajar dan berkarya untuk generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berintegritas.
Kegiatan ini resmi dibuka di Gedung Integrated Laboratory Universitas Mulawarman, Kamis 30 April 2026.
Gebyar Civic Education tahun ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa PPKn Unmul untuk menghadirkan wadah kompetisi akademik sekaligus penguatan nilai moral dan kewarganegaraan. Antusiasme peserta pun meningkat signifikan dengan kehadiran peserta dari tujuh provinsi pada kategori lomba tingkat nasional.
Ketua Hima PPKn Unmul, Zaid Ilmy An-Nafy, menjelaskan bahwa tahun ini panitia menghadirkan empat cabang lomba yang menyasar siswa SMA hingga mahasiswa dari berbagai daerah.
“Dengan keresahan yang ada, ada empat lomba yang kemudian kami create pada tahun ini. Yang pertama ada lomba debat, alhamdulillah untuk siswa SMA se-Kalimantan Timur,” ujarnya.
BACA JUGA:DPRD Sentil Pemkot Samarinda: Jangan Pelit Kasih Data
Ia melanjutkan, selain debat, panitia juga menggelar lomba cerdas cermat Pancasila tingkat SMA sederajat se-Kaltim, serta dua kompetisi tingkat nasional bagi mahasiswa.
“Berikut juga dengan lomba cerdas cermat Pancasila yang skalanya juga se-Kalimantan Timur. Dan juga ada lomba essay serta video kreatif untuk mahasiswa nasional,” jelas Zaid.
Menurutnya, dua kategori nasional yakni lomba esai dan video kreatif berhasil menarik minat peserta dari berbagai kampus ternama di Indonesia. Tercatat ada peserta dari tujuh provinsi yang ikut berpartisipasi.
“Ada Universitas Airlangga, Gadjah Mada, Hasanuddin, Pamulang, Wijayakusuma Purwokerto, Muhammadiyah Malang, dan tentu Universitas Mulawarman,” katanya.
Zaid mengaku respons peserta pada tahun ini sangat tinggi hingga membuat panitia kewalahan menangani proses pendaftaran.
Keterbatasan slot membuat tidak semua peserta dapat terakomodasi.
BACA JUGA:DPRD: Pasar Pagi Harus Ramai Pedagang, Bukan Pemilik yang Sewakan Lapak
“Alhamdulillah responsnya luar biasa. Kemarin teman-teman panitia kewalahan karena slot terbatas, tapi pendaftarnya sangat banyak,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada calon peserta yang belum sempat terakomodasi akibat keterbatasan kuota yang sengaja dijaga demi menjaga kualitas kegiatan.
Menurut Zaid, panitia tidak ingin membuka kuota berlebihan karena khawatir kualitas pelaksanaan justru menurun.