Kukar Waspada Campak, Namun Hingga Kini Belum Tersedia Ruangan Isolasi Khusus

Jumat 24-04-2026,21:02 WIB
Reporter : Rahmat Pratama
Editor : Tri Romadhani

KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan hingga saat ini belum terdapat ruang isolasi khusus untuk penanganan penyakit campak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parikesit.

Meski demikian, upaya mitigasi terhadap potensi kejadian luar biasa terus dilakukan secara intensif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Kukar, Budy Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan manajemen RSUD Parikesit terkait isu tersebut.

“Izin saya sampaikan bahwa saat ini kami sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan di Parikesit. Secara khusus, mereka menyampaikan belum ada bangunan tersendiri untuk penanganan campak,” ucap Budy. Jumat 24 April 2026.

Meski belum tersedia ruang isolasi khusus, ia memastikan bahwa langkah mitigasi risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) telah disiapkan.

BACA JUGA:Rudy Mas'ud Jelaskan Alasan Tak Temui Massa, Singgung Faktor Keamanan saat Aksi

Ia mencontohkan, fasilitas kesehatan telah memiliki segmentasi ruang isolasi sebagaimana diterapkan pada masa pandemi Covid-19.

"Insyaallah ada pekan ini, koordinasi dilakukan melalui rapat daring sekaligus pendataan kasus campak di wilayah Kukar," jelasnya.

Lanjut Ia mencatat terdapat 34 dokter internship yang tersebar di berbagai fasilitas kesehatan tingkat pertama termasuk dokter umum dan dokter gigi. Mereka menjadi prioritas dalam program vaksinasi.

“Untuk fasilitas rujukan, ada dua rumah sakit, yaitu RS Samboja dan RSUD Parikesit. Kami sudah mendata 34 dokter internship dan segera melakukan vaksinasi,” tuturnya.

BACA JUGA:Empat Calon Jamaah Haji Asal Balikpapan Batal Berangkat, Digantikan Cadangan dari Kutim dan Kukar

Dari sisi ketersediaan logistik, Dinkes Kukar memastikan stok vaksin campak di gudang farmasi kabupaten dalam kondisi mencukupi, dengan jumlah sekitar 5.000 dosis.

“Ketersediaan vaksin sangat mencukupi. Namun, untuk tahap awal, kami prioritaskan tenaga kesehatan, khususnya dokter internship,” ujarnya.

Budy juga mengakui adanya permintaan vaksinasi dari tenaga kesehatan di sejumlah daerah. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat dan provinsi guna memastikan distribusi yang merata.

Terkait laporan dugaan kasus campak pada tenaga medis di luar Kalimantan, Ia tidak menepis kemungkinan adanya potensi penyebaran yang bisa berdampak ke Kukar.

Kategori :